Dapat Penghargaan dari Jokowi, Ini Profil dan Karya Band Legendaris God Bless

21 Agustus 2021 22:00 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate saat memberikan prangko khusus HUT ke-75 RI kepada grup musik legendaris Godbless. / Kominfo.go.id

JAKARTA -- Grup band legendaris God Bless akan mendapatkan penghargaan khusus dari Presiden Joko Widodo pada ulang tahunnya yang ke-48. Penghargaan tersebut akan diberikan Jokowi pada konser virtual God Bless pada 31 Agustus mendatang.

Godbless dihargai sebagai grup musik yang menjadi pioner musik rock yang telah menginspirasi musisi generasi selanjutnya. Terlebih, Jokowi sendiri adalah seorang penikmat musik rock sejak muda.

Ketika memimpin Kota Solo, Jokowi selalu berkesempatan menonton penampilan grup musik kawakan yang melegenda tersebut.

Kehadiran Godbless disebut mampu membuka ruang bagi banyak musisi tanah air, tidak hanya yang memainkan musik rock, namun juga bagi musisi-musisi lain yang memainkan aliran musik yang berbeda.

Promotor RockinLilo, Romulo Radjadin atau akrab disapa Lilo mengatakan, konser God Bless nantinya merupakan pertunjukan pamuncak dari pencapaian grup band itu.

Acara tersebut akan dimeriahkan oleh sejumlah musisi seperti Isyana Sarasvati, Teza Sumendra, Dul Jaelani, Tantri KotaK, Fadly Padi Reborn, Danilla Riyadi, dan lainnya. Tiket konser sendiri dibanderol seharga Rp75.000 untuk durasi dua jam penampilan.

Sepuluh persen dari hasil penjualan tiket konser tersebut akan disumbangkan pada para tenaga kesehatan yang telah berjuang dalam melawan COVID-19.

"Ini akan menjadi event musik skala besar pertama pada masa pandemi, yang secara khusus memberikan wadah bagi musisi dan seniman untuk dapat diberikan apresiasi dari pemerintah atas pencapaian dan prestasi bagi kemajuan seni musik tanah air," ujar Lilo, dikutip Antara, Sabtu, 21 Agsutus 2021.

Profil dan Karya God Bless

Dibentuk pada 5 Mei 1973, Go Bless memulai karir musiknya sebagai proyek eksperimentasi. Mereka terlahir sebagai grup band yang tidak menulis dan menciptakan lagu sendiri.

Lagipula, banyak personel grup band ini bergonta-ganti karena beberapa musikus keluar-masuk serta meninggal dunia. Baru pada tahun 1975, mereka merilis album perdana berjudul "God Bless".

Album tersebut direkam di sebuah studio yang dikelola oleh Alex Kumara, seorang tokoh industri pertelevisian Indonesia yang turut mendirikan stasiun televisi RCTI.

Personel awal yang menginisiasi pembentukan God Bless hanya tiga orang. Mereka adalah Ahmad Albar (vokal), Fuad Hassan dan Donny Fattah (bass).

Kemudian, bergabung pula Jockie Surjoprajogo (keyboard) yang menggantikan posisi Deddy Dores yang membentuk band sendiri, dan juga Soman Lubis.

Setelah Fuad Hassan dan Soman Lubis meninggal akibat kecelakaan, God Bless tidak mati. Mereka pun meminta Ian Antono (gitar) dan Teddy Sujaya (drum) bergabung.

Personel God Bless terus berganti dan kini tersisa Achmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah (bas), Abadi Soesman (keyboard) dan Fajar Satritama (drum).

Dasawarsa 1970-an bisa dianggap sebagai tahun-tahun kejayaan Go Bless. Salah satu bukti nama besar mereka adalah ketika dipilih sebagai pembuka konser grup musik rock legendaris dunia, Deep Purple di Jakarta tahun 1975, persis saat album perdana dirilis.

Grup band asal Jakarta ini setidaknya telah melahirkan tujuh album dan puluhan singel sepanjang karirnya, antara lain: God Bless (1975), Cermin (1980), Semut Hitam (1987), Raksasa (1989), Apa Kabar (1997), Gong 2000 (2000), 36th (2009) dan Cermin 7 (2017).

Sementara untuk kategori almbum kompilasi ada tiga, yaitu The Story of God Bless (1990), 18 Greatest Hits of God Bless (1992) dan The Greatest Slow Hits (1999).

Tidak hanya itu. God Bless juga melahirkan empat karya filmografi, yaitu Ambisi (1973), Laila Majenun (1975), Semalam di Malaysia (1975) dan Si Doel Anak Modern (1977).

Seperti siklus pergantian personel dialami grup band veteran ini, perjalanan hidup para personel God Bless pun sempat tersandung kasus hukum. Salah satunya dialami vokalis Ahmad Albar. Dia tersangkut masalah hukum kasus penyalahgunaan narkoba pada 2003.

Akhirnya semua personel God Bless yang tersisa menyatakan bahwa God Bless akan menghentikan seluruh aktivitasnya menunggu kejelasan dan penyelesaian kasus Ahmad Albar. Pertengahan 2008, baru Ahmad Albar dibebaskan dari tahanan.

Meski tersandung kasus hukum, ternyata tidak melunturkan kencintaan masyarakat kepada God Bless. God Bless pun kembali berkeliling dan meramaikan panggung-panggung musik tanah air. Salah satunya dengan melahirkan album 36th tahun 2009.*

Tags: jokowi

Berita Terkait