Dapat Mandat dari Kemensos, Bank Mandiri Salurkan Bansos ATENSI Sebesar Rp340,8 Miliar

January 13, 2021, 03:06 PM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (kiri) menyerahkan dokumen dan mock up kartu peserta program ATENSI kepada seorang penerima didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos R Harry Hikmat (dua kanan) dan Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas di Jakarta. Rabu, 13 Januari 2021 / Perseroan

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memfasilitasi alat pembayaran nontunai dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Selain itu, bank pelat merah ini juga mendapat mandat untuk memberikan insentif bagi pendamping rehabilitasi sosial (Rehsos) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, alokasi anggaran program ATENSI tahun ini sebesar Rp340,8 miliar. Nominal tersebut untuk 142.000 peserta.

“Nantinya, penerima program dapat menggunakan kartu tersebut untuk mendapat pelatihan dan pembekalan di seluruh Indonesia,” kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 13 Januari 2021.

Adapun kartu anggota co-branding Mandiri Debit disiapkan untuk 3.500 pendamping Rehsos dengan insentif masing-masing sebesar Rp3 juta per bulan. 

Kerja sama ini, lanjut Rohan, merupakan bentuk dukungan perseroan kepada Kemensos dalam meningkatkan kesejahteraan anggota masyarakat. Untuk memastikan kelancaran program, pihaknya telah menyiapkan rekening Bank Mandiri bagi para peserta program.

Ia menambahkan, selain program ATENSI, kolaborasi perseroan bersama Kemensos juga dijalankan lewat penyaluran bansos 2020 senilai Rp13,5 triliun melalui BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Bantuan Sosial Tunai.

Sementara untuk 2021, anggaran bansos yang telah disiapkan Bank Mandiri sebesar Rp18,6 triliun. Rinciannya, PKH untuk 2,1 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan Bantuan Sosial Program Sembako kepada 4,3 juta KPM.