Dapat Kucuran Dana dari BRI Ventures, Ini Dua Hal yang Akan Dilakukan Brodo

15 Desember 2020 08:02 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Pendiri sepatu Brodo, Yukka Harlanda dan Putera Dwi Karunia / Bro.do

JAKARTA – Dana Ventura Sembrani Nusantara yang dikelola BRI Ventures kembali mengumumkan investasi di luar sektor fintech. Anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk itu berpartisipasi pada pendanaan Seri-A dari produsen sepatu lokal Brodo.

Namun, tidak disebutkan berapa jumlah investasi yang akan diterima Brodo. Baru-baru ini BRI Ventures juga mendanai start up minuman Haus! sebesar Rp30 miliar.

Selain Dana Ventura Sembrani Nusantara, putaran pendanaan ini juga diikuti oleh GDP Venture. Perusahaan modal ventura yang juga dari Indonesia ini memiliki portofolio di beberapa perusahaan teknologi seperti Blibli, Tiket.com, Kaskus, Endeus, 88rising, dan lain-lain.

CEO Brodo, Yukka Harlanda mengungkapkan bahwa mencari rekan yang satu visi dan misi tidaklah mudah. Oleh sebab itu, ia  merasa terhormat dengan tergabungnya Brodo menjadi bagian dari BRI Ventures dan GDP Venture.

“Sejak hari pertama kita saling bertemu, ibarat jodoh, tidak ada sekalipun keraguan atas potensi brand lokal asli Indonesia untuk bisa eksis dan tumbuh di pasar Internasional,” kata Yukka melalui keterangan resmi, Senin 14 Desember 2020.

Ia turut menyampaikan dua rencana yang akan dilakukan Brodo pada investasi tersebut. Pertama, kata Yukka, pihaknya akan berinvestasi pada inovasi produk dan rantai pasok di industri sepatu yang ditopang oleh para pelaku industri kecil dan menengah Indonesia.

Kedua, pendanaan itu akan digunakan untuk memperbesar bisnis platform pemasaran digitalnya yang dinamakan Boleh Dicoba Digital (BDD).

“Sesuai dengan komitmen Brodo terhadap ekosistem brand lokal, kami akan meluncurkan servis dan tools untuk membantu para brand lokal lainnya untuk bisa tumbuh berkembang lebih cepat lagi,” imbuhnya.

Perusahaan Modal Ventura Pelat Merah Dukung UMKM

Sementara, CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan, pihaknya mendukung usaha Brodo dalam membangun brand yang kuat dengan dibantu oleh kemampuan yang sangat mumpuni di bidang pemasaran digital.

Ia mengapresiasi ambisi Brodo untuk mendukung UMKM lainnya naik kelas bersama lewat utilisasi platform digital BDD. Selain itu, Nicko menilai bahwa Brodo juga mampu memahami dengan baik segmen yang mereka layani.

BDD yang telah dibangun Brodo sudah menjadi cloud marketing platform bagi brand lokal. Misalnya, seperti Eiger, Cotton Ink, Kick Avenue, Rata.id, Never Too Lavish, dan lainnya.

“Saya sendiri melihatnya sebagai komponen yang terpenting dalam bisnis Brodo ke depannya, seperti AWS yang telah menjadi cloud computing platform untuk para startup yang juga merupakan bagian dari Amazon,” pungkasnya.

Berita Terkait