Dana Asing Mengalir Makin Deras Didorong Vaksinasi, IHSG Naik Lagi Uji 6.400

January 12, 2021, 05:14 PM UTC

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto

Karyawan beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 12 Januari 2021 berakhir di zona hijau. Hingga akhir perdagangan, indeks mampu bertumbuh 12,73 basis poin atau 0,2% ke level 6.395,66.

Assosiacate Director of Research and Invesment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyebut, kabar vaksinisasi yang akan berlangsung Rabu, 13 Januari 2021 masih menjadi sentimen utama pendorong IHSG. Walhasil, emiten sektor farmasi pun menjadi ‘jagoan’ pada perdagangan saham hari ini.

“Upaya pemerintah dalam melancarkan vaksinisasi dengan menggandeng emiten swasta direspons positif oleh pelaku pasar,” kata Nico dalam riset hariannya, Selasa, 12 Januari 2021.

Di sisi lain, investor juga masih terus mencermati progres serta dampak dari pemberian vaksin. Apalagi, besok Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menjadi orang pertama yang menerima vaksinisasi.

Sebab itu, pergerakan laju indeks hari ini pun tidak sederas pada Senin lalu yang yang sempat menyentuh 2%. Bahkan, saham-saham big caps di indeks LQ45 pun tampak tertekan dengan pelemahan 0,46%.

Beruntung, saham-saham di sektor properti dan finansial berhasil menjadi pendorong laju indeks dengan penguatan masing-masing 2,59% dan 1,01%. Sementara saham agrobisnis dan infrastruktur menjadi sektor penekan dengan pelemahan masing-masing 2,1% dan 1,27%.

Berdasarkan data RTI Business, sepanjang perdagangan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat menyentuh Rp25,2 triliun. Nilai itu merupakan hasil konversi transaksi 30,2 miliar lembar saham dengan 1,89 juta kali frekuensi transaksi.

Investor asing juga turut berperan sebagai pendorong laju indeks dengan membukukan total net buy Rp770,76 miliar. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi yang paling banyak menerima net buy asing senilai Rp632,3 miliar. (SKO)