Daging Ayam Ras Pacu Inflasi April 2021 Jadi 1,42 Persen

03 Mei 2021 17:05 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2021 mengalami inflasi 0,13% dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm).   

Inflasi pada April 2021 ini lebih tinggi dari Maret 2021 yang sebesar 0,08% mtm.

Angka inflasi secara tahunan berada di angka 1,42% year on year (yoy). Capaian itu lebih tinggi dibandingkan Maret 2021 yang hanya 1,37% yoy. 

Sementara itu, angka inflasi sepanjang Januari hingga April 2021 atau year to date (ytd) tercatat sebesar 0,58%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto mengatakan, komoditas daging ayam ras paling memengaruhi angka inflasi di Maret 2021. Komoditas tersebut berkontribusi 0,06% terhadap inflasi Maret 2021.

Lalu, ada komoditas minyak goreng, jeruk, emas perhiasaan, pepaya, anggur, ikan segar, dan rokok kretek dengan andil 0,01%.

Berdasarkan kelompok komoditas, ada dua kelompok yang menyumbang inflasi terbesar. Dua kelompok komoditas itu antara lain makanan dan minuman serta tembakau sebesar 0,05%.

BPS juga melaporkan ada beberapa kelompok komoditas yang tidak mengalami inflasi, antara lain transportasi, informasi, komunikasi.

“Dari 90 kota yang disurvei BPS, sebanyak 72 kota alami inflasi, sementara 18 kota sisanya mengalami deflasi,” kata Setianto dalam konferensi pers, Senin 3 Mei 2021.

BPS melaporkan, inflasi terbesar berada di Kotamobagu, Gorontalo dengan 1,32%. Di sisi lain, inflasi terendah berada di Yogyakarta dengan 0,01%.

Komoditas yang menyumbang deflasi pada April 2021 adalah cabai rawit dengan andil sebesar minus 0,05%. Kemudian cabai merah dan bawang merah masing-masing minus 0,02%. Sedangkan beras, bayam, kangkung, masing-masing menyumbang deflasi sebesar minus 0,01%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan tingkat inflasi penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Dalam mengerek kembali daya beli masyarakat, Perry menyebut target inflasi di Indonesia sepanjang 2021 bisa berada pada angka 2% hingga 4%.

“Pendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini adalah inflasi yang terkendali pada target 2-4 persen. lalu neraca pembayaran Indonesia yang stabil,” ujarnya dalam acara Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional – Temu Stakeholders, Jumat, 9 April 2021. (RCS)

Berita Terkait