Curhat Sri Mulyani Ditinggal 51 Anak Buahnya karena COVID-19

14 Juli 2021 13:05 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri rapat kerja dengan komisi XI DPR di komplek Parlemen Senayan, Kamis, 10 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berbagi cerita kesedihannya usai ditinggalkan 51 pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akibat COVID-19.

“Kita doakan 51 teman-teman kita yang telah lebih dahulu meninggalkan kita karena menjadi korban COVID-19,” kata Sri Mulyani alam Peringatan Hari Pajak, Rabu, 14 Juli 2021.

Bendahara Negara juga merinci sebanyak 2.474 pegawai DJP tengah terpapar COVID-19. Di tengah lonjakan kasus COVID-19, Sri Mulyani mendorong masyarakat untuk ketat dalam menegakan protokol kesehatan.

“Saya mendapat laporan 2.474 pegawai DJP yang tengah melakukan isolasi mandiri,” kata Sri Mulyani.

Sejak Maret 2020, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menghimpun setidaknya ada 7.652 pegawai DJP yang telah terpapar COVID-19. Sementara itu, DJP total memiliki 45.798 pegawai.

“Semua yang hadir ini saat ini, untuk tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan,” ucap Sri Mulyani.

Dalam mengendalikan ledakan kasus COVID-19, Sri Mulyani menyebut membuka kemungkinan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM Darurat hingga enam minggu.

Meski berimbas pada kontraksi ekonomi, Sri Mulyani menegaskan keputusan tersebut bisa diambil untuk mencegah lebih banyak lagi korban COVID-19. Melalui perpanjangan PPKM Darurat, Sri Mulyani berharap mobilitas masyarakat bisa ditekan seminimal mungkin karena penyebaran varian baru Delta yang diklaim lebih mudah menular.

Berita Terkait