Cuan! Laba Bersih MNC Vision Network (IPTV) Melonjak 31 Persen jadi Rp164, 3 Miliar

13 Agustus 2021 11:00 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Gedung MNC Vision. / Dok. PT MNC Vision Networks Tbk

JAKARTA – PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 31% secara tahunan (year-on-year/yoy) atau sebesar Rp164,3 miliar pada semeseter I-2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, senilai Rp125,8 miliar. 

Berdasarkan laporan keuangan interim perseroan, pendapatan konsolidasian pada paruh pertama tahun ini sebesar Rp2,05 triliun dari Rp1,73 triliun pada pada periode yang sama di tahun lalu, atau tumbuh 18% yoy.

Pada periode tersebut, pendapatan yang berasal dari layanan satelit yang meliputi dua unit DTH perseroan, yaitu MNC Vision (pasca bayar) dan K-Vision (prabayar) mengalami peningkatan sebesar 2% yoy menjadi Rp1,27 triliun dari Rp1,24 triliun.

Sementara itu, pendapatan layanan satelit pada kuartal II-2021 juga mengalami peningkatan sebesar 7% yoy menjadi sebesar Rp631,8 miliar dibandingkan dengan Rp592,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Pertumbuhan pada pendapatan layanan satelit terutama disebabkan oleh pencapaian positif yang berkelanjutan dalam akuisisi pelanggan K-Vision. Pada periode kedua tahun ini, K-Vision berhasil mengakuisisi total 1,1 juta pelanggan baru dan mencapai total voucher penjualan isi ulang sebesar Rp94,7 miliar. 

Perlu diketahui, K-Vision berhasil menorehkan pencapaian terbaiknya pada  bulan Juni 2021 dengan meraih Rp55,7 miliar dari penjualan voucher isi ulang yang sebagian besar berasal dari perhelatan EURO Cup 2020.

Pendapatan layanan digital, IPTV, dan broadband Perseroan mengalami pertumbuhan yang signifikan menjadi Rp706,5 miliar pada semester I-2021 dari Rp430,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu, mewakili tingkat pertumbuhan sebesar 64% yoy. 

Pada enam bulan pertama 2021, beban langsung IPTV mengalami peningkatan sebesar 13% yoy menjadi Rp1,57 triliun dari Rp1,39 triliun pada semester I-2020. Sementara, pada kuartal II-2021, kenaikan atas beban langsung adalah sebesar 11% yoy menjadi Rp797,4 miliar dari Rp716,7 miliar.

Dari sisi bisnis, pelanggan DTH, broadband dan IPTV perseroan telah mengalami pertumbuhan yang signifikan selama setahun terakhir, dan berhasil memperoleh 9,7 juta pelanggan. Hal ini didukung oleh berbagai pendekatan agresif yang dilakukan perseroan untuk memperoleh pelanggan baru.

Sepanjang semester I-2021, K-Vision telah berhasil mengakuisisi 2,34 juta pelanggan dengan total voucher penjualan isi ulang mencapai Rp144,4 miliar. Hal ini menunjukkan permintaan layanan DTH di Indonesia masih sangat tinggi akibat dari minimnya akses broadband dan internet berkualitas di kota-kota kecil. 

Selain itu, pada periode kuartal II-2021, perseroan sukses mendapatkan hak distribusi streaming untuk media berbasis langganan untuk menyiarkan semua pertandingan UEFA EURO 2020 secara eksklusif untuk televisi berlangganan.

Berita Terkait