Crypto Winter, Ini Rahasia Investor Ritel Tetap Kokoh Berdiri

12 Juli 2022 08:20 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Ananda Astri Dianka

Warga mengakses aplikasi crypto melalui gawai di Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

WASHINGTON- Terjangan Crypto Winter membuat sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang penambangan mata uang digital satu persatu tumbang. 

Bahkan banyak dari mereka tutup lapak lantaran kerugian akibat membengkaknya biaya operasional.

Namun tampaknya hal tersebut tak berlaku signifikan pada para penambang individual atau investor ritel. Meski crypto winter mengintai, sejumlah penambang kripto perorangan masih tetap berdiri dan melakukan penambangan.

Mengutip Bussines Insider pada Selasa, 12 Juli 2022, dua orang penambang kripto, Chris Vega dan Michael Carter mengemukakan rahasia mereka.

Di tengah aksi jual yang brutal, penambang yang memiliki pengalaman mendulang kripto selama dua dekade ini masih bisa bertahan dan mendapatkan koin mereka.

Mereka menyatakan bahwa kunci rahasia dari keberlangsungan para penambang kripto ini adalah menjadi orang yang inovatif. Menurut Carter, hal ini jauh lebih mudah dilakukan oleh para penambang individu dibanding perusahaan.

"Lebih mudah bagi penambang di rumah untuk menjadi inovatif daripada perusahaan besar, karena mereka memiliki biaya overhead yang lebih rendah," kata Carter seperti dikutip TrenAsia.com.

Ia menambahkan, guna menekan biaya operasional, sejumlah penambang AS di rumah pindah untuk mengambil keuntungan dari harga energi yang lebih rendah.

"Banyak orang Amerika pindah ke negara bagian lain karena listrik di sana lebih murah. Ketika ada pasar sedang bearish, Anda cenderung melihat banyak migrasi oleh penambang Bitcoin," ujar Carter.

Tak hanya itu, kesaksian lain dari Vega, sejumlah penambang Bitcoin bahkan memilih untuk menggunakan energi listrik terbarukan yang lebih murah untuk menambang Bitcoin.

Mereka menambahkan, saat ini AS memang memberikan insentif kepada masyarakat yang mau mengalihkan pada sumber energi terbarukan. Alhasil, separuh biaya pemasangan peralatan berupa panel surya atau turbin angin akan ditanggung oleh pemerintah.

"Ada banyak insentif untuk menggunakan energi terbarukan di sini di AS. Jika Anda memasang panel surya besar, Anda bisa mendapatkan setengah dari itu dibayar oleh pemerintah, yang benar-benar dapat membantu penambang untuk memotong biaya mereka," ujar Carter.

Meski sejumlah penambang individual masih bertahan, tak sedikit dari mereka memilih untuk menyerah. Sebab, beberapa penambang rumahan diketahui menjual peralatannya seperti rig di situs jual beli barang bekas.

"Banyak orang di ruang pertambangan tidak ingin menjual perangkat keras mereka," kata Vega.

Berita Terkait