Cowell Development Pailit, Saham COWL Dibekukan

JAKARTA – Emiten konstruksi PT Cowell Development Tbk. dalam gugatan pailit. Informasi itu pun membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung menghentikan sementara (suspensi) saham Cowell dengan kode COWL.

Seperti surat tertanda Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI Goklas Tambunan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy, Senin, 13 Juli 2020.

Surat itu menyebut, ada permohonan pernyataan pailit keuangan dan penundaan kewajiban pembayaran utang Cowell Development di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. “Untuk itu, BEI menghentikan sementara perdagangan saham COWL mulai sesi II perdagangan hari ini,” tulis surat itu.

BEI juga meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan Cowell Development.

Kinerja Keuangan

Cowell Development memang baru menyampaikan laporan keuangan hingga kuartal III-2019. Pada periode ini, perusahaan dengan aset Rp3,66 triliun punya liabilitas Rp2,77 triliun dengan ekuitas Rp892,38 miliar.

Dalam sembilan bulan 2019, Cowell membukukan penjualan bersih dan pendapatan usaha Rp236,94 miliar. Angka ini turun 30,67 persen dari periode sama 2018 Rp341,74 miliar.

Meski begitu, seiring menurunnya beban pokok pendapatan, rugi bersih Cowell juga membaik dari Rp205,25 miliar menjadi Rp25,89 miliar.

Namun perseroan harus menanggung utang bank hingga Rp1,99 triliun. Angka ini terdiri dari utang bank jangka pendek Rp220,77 miliar dan utang bank jangka panjang Rp1,77 triliun.

Suspensi Saham Sejak 22 November 2019

Sebelum keputusan BEI hari ini, saham COWL dalam status suspensi sejak 22 November 2019. Saat itu, harga saham COWL pun sudah berada di garis terbawah Rp50 per lembar.

Dalam 5 tahun terakhir, saham COWL sebenarnya pernah berjaya dan menyentuh level tertingginya Rp1.310 per lembar pada 10 Maret 2017. Namun sejak saat itu, saham COWL terus menurun hingga Rp50 per lembar dan mendapat suspensi dari bursa.

Sebagai tambahan informasi, saham COWL pertama kali diperdagangkan di Bursa Efek pada 19 Desember 2017. Saat itu, Cowell Development melepas 250 juta saham dengan harga perdana Rp130 per lembar.

Sejumlah proyek milik Cowell Development seperti Plaza Atrium Senen Jakarta, The Oasis Cikarang, Borneo Paradiso Balikpapan, Lexington Residence Jakarta Selatan, Melati Mas Residence Tangerang, Laverde Tangerang, dan Cowell Tower. (SKO)

Tags:
beiBursa Efek Indonesiacowlemiten propertigagal bayar utangpailitPropertipt cowell development tbksuspensi sahamUtang
Issa Almawadi

Issa Almawadi

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: