Cowell Development (COWL) Bakal Ditendang dari Bursa Lantaran Pailit

05 Oktober 2021 16:05 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Cowell Development (COWL) Bakal Ditendang dari Bursa Lantaran Pailit

JAKARTA - Emiten pengembang properti PT Cowell Development Tbk (COWL) berpotensi didepak dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

COWL menjadi salah satu dari delapan perusahaan properti, yang harus ancang-ancang terkena delisting lantaran mengalami suspensi lebih dari enam bulan.

Tujuh perusahaan lainnya yang tercatat adalah PT Modernland Realty Tbk (MDLN), PT Hanson Internasional Tbk (MYRX), dan PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME).

Selanjutnya, ada PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA), PT Natura City Developments Tbk (CITY), PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN), dan PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO).

BEI sendiri telah menghentikan perdagangan saham COWL sejak 13 Juli 2020. Adapun masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 13 Juli 2022.

Saat itu, keputusan suspensi dilakukan karena perseroan dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Putusan pailit diambil setelah perseroan terbukti tidak mampu membayar utang kepada PT Multi Cakra Kencana Abadi (MCKA) senilai Rp53,4 miliar. MCKA pun menggugat COWL pada 17 Juli 2021.

Selain itu, tepat sebulan sebelumnya, pada 17 Juni 2020 PT Mega Sukses Bersama turut mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kepada COWL.

Adapun nilai saham COWL yang terakhir diperdagangkan ada di level Rp50 dan kapitalisasi pasar sebesar Rp243,56 miliar.

Per 30 Desember 2021, pemegang saham COWL paling besar digenggam oleh PT Gama Nusapala (71,12%). Selanjutnya diikuti oleh Feral Investment Inc (14,35%), Earvin Limited (8,12%), dan masyarakat (641%).

Sebagai informasi, pada awal berdiri pada 25 Maret 1981, COWL bernama PT Internusa Artacipta. Kemudian pada 2005, perseroan mengubah nama menjadi PT Karya Cipta Putra Indonesia. Identitas Cowell Development. Sendiri baru diresmikan pada 2006.

Cowell Development dikenal sebagai salah satu emiten properti untuk pasar menengah dan atas. Perseroan memiliki proyek ternama, seperti Plaza Atrium Senen, Borneo Paradiso, The Oasis, hingga Leverde-Serpong Park.

Berita Terkait