COVID-19 dan Kartu Prakerja Bikin Transaksi Pengguna OVO Melejit

May 13, 2020, 02:02 AM UTC

Penulis: Khoirul Anam

Transaksi OVO dapat dilakukan di berbagai mitra yang telah menyediakan aplikasi pembayaran dompet digital. / Facebook @OVOIDN

Dompet digital OVO dari PT Visionet International mencatat lonjakan transaksi dan jumlah pengguna selama wabah virus corona (COVID-19) serta adanya program Kartu Prakerja.

Head of Public Relations OVO Sinta Setyaningsih mengatakan selama pandemi COVID-19 gaya hidup masyarakat ikut berubah, termasuk cara membeli makanan dan minuman, hingga transaksi kebutuhan sehari-hari. Lonjakan transaksi terjadi selama diberlakukannya bekerja dari rumah (work from home/WFH) dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Di tengah masa-masa yang penuh tantangan ini, kami melihat penggunaan OVO semakin meningkat sejalan dengan imbauan untuk mengurangi penggunaan uang tunai untuk meminimalisir penyebaran virus COVID-19 lewat uang kartal,” ucap Sinta dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 11 Mei 2020.

Menurut dia, pembelian paket data internet melalui aplikasi OVO selama masa-masa WFH melonjak tajam. Pembelian paket data internet setara untuk melakukan panggilan video (video call) selama lebih dari 30 juta jam.

Di samping itu, sambungnya, jumlah transaksi GrabFood juga ikut melonjak. Menurut Sinta, jika dikalkulasikan, peningkatan tersebut setara dengan menempuh jarak dari Jakarta ke Aceh.

Bahkan yang menarik dari data yang dimiliki OVO, ternyata kebiasaan pengguna membeli kopi tetap tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Jika mereka berbaris dalam satu antrean sembari menerapkan physical distancing, maka akan setara panjangnya dengan 8.000 lapangan sepak bola. Lalu, seorang kasir harus menghabiskan 16.000 hari untuk menyelesaikan transaksi online dengan OVO.

Dalam periode tersebut transaksi kebutuhan sehari-hari (groceries) juga mengalami peningkatan. Total belanja groceries pengguna OVO, andai dijumlahkan, dapat memenuhi kebutuhan beras untuk seluruh masyarakat di Provinsi Jawa Tengah.

Terakhir, OVO juga mencatat transaksi dari edukasi online yang mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat. Dia menggarisbawahi hal itu membuktikan tingginya minat masyarakat untuk terus mengenyam pendidikan selama periode WFH.

“Untuk memenuhi seluruh transaksi tersebut, OVO juga melihat adanya peningkatan transaksi top up saldo OVO Cash, yang total nilainya bisa untuk membeli hand sanitizer bagi seluruh penduduk Indonesia,” tutur Sinta.

Sebelumnya, jumlah pengunduh aplikasi OVO mengalami kenaikan setelah ditunjuk sebagai mitra porgram Kartu Prakerja. Berdasarkan data dari Manajemen Pelaksana program Kartu Prakerja, terdapat 8 juta peserta yang telah mendaftarkan diri untuk program ini.

“Hanya saja, OVO menegaskan sejak menjadi mitra resmi Kartu Prakerja, kami mendapat respons positif dari masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan jumlah unduhan aplikasi OVO yang meningkat signifikan,” ujar Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra belum lama ini.

Sebagai salah satu mitra resmi pembayaran digital program Kartu Prakerja, OVO mendapat amanah untuk menyalurkan dana insentif sebesar Rp600.000 setiap bulan, yang akan ditransfer dalam beberapa tahap selama 4 bulan ke akun uang elektronik para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dalam program ini.

Hingga saat ini, layanan keuangan digital yang bervaluasi sekitar US$2,9 miliar setara Rp43 triliun ini telah diunduh oleh lebih dari 10 juta pengguna melalui aplikasi PlayStore.

Hingga Mei 2020, OVO telah memiliki lebih dari 600.000 merchant di 373 kota di Indonesia. Platform pembayaran digital ini telah diunduh oleh 115 juta perangkat dan bisa digunakan untuk mengakses pembayaran, transfer, top up dan tarik dana, serta manajemen aset dan investasi.

OVO merupakan dompet digital yang dimiliki oleh konglomerat Mochtar Riady lewat Grup Lippo. Namun, Lippo baru saja melepas sebagian kepemilikan saham di dalam OVO pada akhir 2019 sehingga tersisa 30%.

Donasi Rp2,5 Miliar

Sementara itu, tiga perusahaan digital, yakni Grab Indonesia, OVO, dan Tokopedia berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp2,5 miliar dalam program patungan untuk berbagi tunjangan hari raya (THR) yang dilakukan beberapa pekan lalu melalui platform digital ketiganya.

Donasi tanpa kontak yang berhasil terkumpul tersebut disalurkan kepada para pekerja sektor informal yang terdampak pandemi COVID-19 atas kerja sama dengan BenihBaik dan Gusdurian. Grab, OVO, dan Tokopedia juga berkomitmen untuk melipatgandakan setiap donasi yang terkumpul, sampai dengan Rp1,5 miliar.

“Kampanye ini merupakan program tahunan dari OVO, Tokopedia, dan Grab yang dilakukan untuk memperkuat program jaring pengaman sosial pemerintah,” tulis manajemen OVO.

Adapun di tengah pandemi COVID-19, kampanye tahun ini akhirnya berfokus pada program untuk menggalang dana bantuan sembako bagi para pekerja sektor informal yang terdampak.

Dengan 115 juta perangkat dalam ekosistemnya, ketiga perusahaan digital tersebut berfungsi sebagai jembatan untuk berbagi dan memperkuat semangat Ramadan, menjadikan patungan untuk berbagi THR sebagai gerakan berbasis digital terbesar dalam rangka membantu pekerja sektor informal.

Periode donasi akan terus dibuka hingga 20 Mei 2020 dan dapat dilakukan langsung melalui platform Tokopedia, OVO, dan Grab. Patungan untuk berbagi THR merupakan program donasi dan distribusi sembako minim kontak, mulai dari proses pengumpulan donasi, pembelian paket hingga pengiriman yang dilakukan dengan pembatasan kontak secara optimal.

Program ini menggandeng BenihBaik, Jaringan Gusdurian, PP Pemuda Muhammadiyah, serta organisasi masyarakat lainnya. Untuk memastikan kontak dan keterlibatan uang tunai secara minimum, BenihBaik akan melakukan pembayaran menggunakan OVO dan paket sembako akan dikirimkan oleh layanan kurir instan GrabExpress, langsung ke penerima manfaat.

Kampanye program patungan untuk berbagi ini menjadi tahun kedua aksi kolaborasi, solidaritas, dan berbagi oleh OVO, Tokopedia, dan Grab, melalui optimalisasi aset digital yang dimiliki untuk menyebarkan niat baik. (SKO)