Core Indonesia: Digitalisasi Jangan Hilangkan Lapangan Pekerjaan

30 Desember 2021 00:37 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Ilustrasi kredit online atau pinjaman online (pinjol), peer to peer (P2P) lending resmi / OJK (OJK.go.id)

JAKARTA – Peningkatan penciptaan lapangan pekerjaan akibat dari adanya transformasi digital memang perlu diapresiasi. 

Akan tetapi, Founder Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Hendri Saparini mengingatkan, penyerapan tenaga kerja jangan hanya berat di sektor tertentu dan mematikan sektor lainnya.

“Jangan sampai penciptaan tenaga kerja di satu sektor karena digitalisasi, diiringi dengan hilangnya lapangan pekerjaan yang ada atau di sektor lainnya,” kata Hendri dalam Refleksi Ekonomi Akhir Tahun 2021, Rabu 29 Desember 2021.

Sebagai contoh, kehadiran fintech peer to peer (P2P) lending dapat menjadi ancaman bagi eksistensi Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Meskipun keduanya berfungsi untuk meningkatkan inklusi keuangan di kelompok masyarakat underbank, namun ia melihat LKM tak mampu bersaing secara digital.

“Sebelum adanya fintech, LKM ini sebetulnya sudah beroperasi sangat baik. Sayangnya, mereka ini tidak bisa mengikuti cepatnya transformasi digital, sehingga kalau tidak diantisipasi maka akan mengancam lapangan pekerjaan yang sudah ada.”

Untuk itu, ia berpendapat agar pemerintah juga mengejar digitalisasi di semua sektor termasuk LKM. Sebab, keberhasilan digitalisasi LKM juga akan berdampak pada peningkatan inklusi keuangan di daerah.

Berita Terkait