Clubhouse Diduga Terkena Peretasan, Hingga 3,8 Miliar Data Pengguna Bocor

26 Juli 2021 17:32 WIB

Penulis: Justina Nur Landhiani

Clubhouse (HT Tech)

JAKARTA - Aplikasi yang baru  naik daun Clubhouse, diduga mengalami peretasan. Dilaporkan sebanyak 3,8 miliar data yang berisi data pengguna yaitu berupa nomor telepon telah dijual ke forum hacker, Darknet.

Mengutip dari laman HT Tech, laporan tersebut mulai muncul sejak peneliti keamanan siber, March Reuf mengirimkan tweet yang mengatakan bahwa sebanyak 3,8 miliar data pengguna Clubhouse telah bocor dan dijual di forum Darknet.

Menurut tweet tersebut, daftar nomor telepon termasuk nomor telepon anggota bersama dengan nomor telepon lain yang disinkronkan dengan daftar kontak mereka. Ia mengklaim bahwa layanan audio sosial mengumpulkan nomor telepon dari daftar kontak, yang disinkronkan ke server perusahaan. Pengunggah mengklaim bahwa mereka akan mengadakan lelang untuk data tersebut, tetapi hanya pada bulan September.

Akan tetapi, hal ini justru dibantah oleh peneliti keamanan Rajshekhar Rajaharia yang mentweet bahwa klaim itu tampaknya sepenuhnya palsu, karena hanya ada nomor handphone tanpa nama, foto. Daftar nomor telepon ini juga dapat dibuat dengan sangat mudah.

Klarifikasi Clubhouse

Clubhouse akhirnya membantah dugaan pelanggaran data tersebut. "Tidak ada pelanggaran terhadap Clubhouse. Ada serangkaian bot yang menghasilkan miliaran nomor telepon acak. Jika salah satu nomor acak ini ada di platform kami karena kebetulan matematis, API Clubhouse tidak mengembalikan informasi yang dapat diidentifikasi pengguna. Privasi dan keamanan adalah hal yang paling penting bagi Clubhouse dan kami terus berinvestasi dalam praktik keamanan terdepan di industri," kata perwakilan Clubhouse, seperti yang dikutip dari HT Tech.

Mengikuti apa yang telah dinyatakan para ahli sejauh ini, tampaknya pengguna tidak perlu terlalu khawatir tentang dugaan pelanggaran data pada saat ini.

Namun, jika pengguna masih khawatir tentang keamanan data mereka, maka dapat menonaktifkan sinkronisasi kontak pada platform apa pun yang mereka gunakan untuk melindungi informasi mereka di masa mendatang.

Berita Terkait