Chandra Asri Raih Fasilitas Balloon Payment Rp3,5 Triliun dari BNI

06 Oktober 2021 18:08 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Pabrik petrokimia milik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

JAKARTA – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) meraih fasilitas kredit balloon payment dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar US$250 juta atau setara dengan Rp3,5 triliun (asumsi kurs Rp14.310 per dolar Amerika Serikat). 

Skema pinjaman ini dibagi menjadi dua fasilitas. Pertama, fasilitas Term Loan 1 dengan maksimum US$150 juta yang digunakan untuk membiayai buyback obligasi dan refinancing utang eksisting perseroan dengan tenor tujuh tahun.

Kedua, fasilitas Term Loan 2 dengan maksimum US$100 Juta, untuk membiayai kebutuhan pra operasi kompleks petrokimia kedua yang berskala global (CAP2) dengan tenor sepuluh tahun. Pembiayaan ini merupakan langkah awal dari pengembangan bisnis antara BNI dan Chandra Asri. 

Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir menjelaskan bahwa pembiayaan ini merupakan komitmen perseroan untuk menyasar segmen yang berisiko rendah, yaitu segmen nasabah korporasi yang termasuk ke dalam nasabah top tier

Ia berharap BNI bisa dapat menjadi preferred partner bagi perusahaan dan dapat memberikan solusi finansial dengan menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan yang lengkap dan komprehensif bagi perusahaan. 

“Pembiayaan ke sektor petrokimia ini merupakan wujud dari komitmen BNI untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor barang produk petrokimia,” ujarnya melalaui siaran pers, dikutip Rabu, 6 Oktober 2021.

Sementara itu, Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra menyebut kemitraan dengan BNI ini merupakan sebuah langkah bagi perseroan untuk terus meningkatkan kinerja keuangan agar dapat memberikan keunggulan operasional. 

"Kami sangat senang dapat bermitra dengan BNI yang menjadi mitra kami untuk pertumbuhan industri petrokimia nasional serta dalam melakukan ekspansi untuk mendukung pembangunan CAP2,” imbuhnya.

Sebelumnya, perseroan telah melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHETD) alias rights issue dengan target pendanaan hingga Rp15,49 triliun. Pada saat itu, TPIA berencana menerbitkan 3.794.366.013 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp4.082 per lembar.

Chandra Asri telah menunjuk perusahaan kilang refinery dari PTT Public Company Limited, yakni Thai Oil Public Company Limited (Thaioil) yang berbasis di Thailand sebagai investor strategisnya dalam aksi korporasi ini. 

Thaioil bertindak sebagai pembeli siaga untuk menjamin keberhasilan transaksi tersebut. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk pengembangan dan pembangunan kompleks petrokimia terintegrasi kedua TPIA dengan skala global.

Proyek tersebut akan digarap oleh anak usaha TPIA, PT Chandra Asri Perkasa (CAP2) yang di dalamnya terdiri dari unit cracker, polymerized olefins serta fasilitas dan utilitas terkait. Hal ini sejalan dengan strategi perseroan untuk memperluas kapasitas produksi dan skala usahanya.

Berita Terkait