Chandra Asri Milik Konglomerat Prajogo Pangestu Cari Utang Rp5 Triliun

JAKARTA – Emiten petrokimia milik konglomerat terkaya ke-3 di Indonesia, Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) merilis surat utang obligasi dengan target perolehan dana Rp5 triliun untuk modal kerja.

Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III Chandra Asri senilai Rp5 triliun ini telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Juni 2020. Untuk tahap pertama, perseroan hanya akan menerbitkan obligasi senilai total Rp1 triliun.

Rencananya, dana emisi obligasi ini akan di gunakan untuk kebutuhan working capital atau modal kerja anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini.

Dalam prospektus ringkas yang dirilis di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 26 Agustus 2020, Chandra Asri menawarkan obligasi dalam tiga seri. Obligasi seri A ditawarkan sebesar Rp528,8 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,20% per tahun. Sedangkan tenornya tiga tahun sejak tanggal emisi.

Obligasi seri B ditawarkan sebesar Rp357,7 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,7% per tahun. Untuk seri ini, tenornya selama lima tahun sejak tanggal emisi.

Terakhir, Obligasi seri C sebanyak Rp113,5 miliar dengan tenor tujuh tahun. Sementara, kupon bunga yang ditawarkan mencapai 9,2% per tahun.

Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi. Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 26 November 2020.

“Sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir akan dilakukan pada tanggal pelunasan pokok obligasi masing-masing seri obligasi,” tulis manajemen Chandra Asri.

Kinerja Chandra Asri

Obligasi Chandra Asri ini mendapatkan peringkat idAA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak selaku penjamin pelaksana emisi adalah PT BCA Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas dengan wali amanat PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

Pada semester I-2020, Chandra Asri yang bersandi saham TPIA tersebut membukukan rugi bersih US$29,9 juta atau setara Rp436 miliar (kurs tengah BI Rp14.605 per dollar AS).

Per 30 Juni 2020, jumlah liabilitas Chandra Asri berkurang menjadi US$1,6 miliar dari US$1,69 miliar pada 2019. Namun, jumlah aset perseroan turun menjadi US$3,32 miliar pada 30 Juni 2020. Aset itu terkoreksi 3,6% dari posisi akhir 2019 US$3,45 miliar.

Chandra Asri dimiliki oleh Prajogo Pangestu, konglomerat terkaya ke-3 di Indonesia versi majalah Forbes 2019. Kekayaan Prajogo ditaksir mencapai US$7,6 miliar setara Rp110,9 triliun.

Prajogo menggenggam saham TPIA secara langsung dan tidak langsung lewat Barito Pacific. Baru-baru ini, Chandra Asri meresmikan pabrik baru dengan nilai investasi Rp70 triliun dan bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero). (SKO)

Tags:
Aksi korporasichandra asriChandra Asri PetrichemicalemitenHeadlinekinerja emitenkonglomeratobligasiPasar modalpertaminaPetrokimiaPrajogo PangestuPT Chandra Asri Petrochemical TbkSurat UtangTPIA
Drean Muhyil Ihsan

Drean Muhyil Ihsan

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: