Chandra Asri Kirim Bantuan 210 Ton Oksigen Cair untuk Pasien COVID-19

19 Juli 2021 22:05 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Sejumlah petugas tengah melakukan pengisian tabung oksigen medis di komplek Puspem Kota Tangerang, Kamis 15 Juli 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

(2021/07/Pemkot-Kota-Tangerang-Buka-Posko-Pengisian-Oksigen-Panji-1.jpg)

JAKARTA – Emiten petrokimia milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), mengirimkan oksigen cair sebanyak 210 ton ke rumah sakit di DKI Jakarta dan Banten. 

Distribusi akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu satu bulan. Dalam menyuplai oksigen cair, perseroan bekerja sama dengan perusahaan pemasok gas untuk industri dan kesehatan, PT Air Liquide Indonesia (ALINDO).

Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra mengatakan bantuan oksigen cair ini merupakan upaya perseroan untuk berkontribusi pada pasien dan rumah sakit yang saat ini sedang membutuhkan penanganan medis.

Bantuan oksigen cair yang mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ini, rencananya, akan disalurkan ke beberapa unit Mayapada Hospital di DKI Jakarta serta rumah sakit lainnya di Jakarta dan Banten yang tergabung dalam Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA).

Kemenperin telah menyatakan akan menambah produksi oksigen hingga 922,9 ton per hari sejalan dengan tingginya kebutuhan oksigen. Saat ini, kapasitas maksimal produksi oksigen nasional tercatat mencapai 1.700 ton per hari.

“Dengan kolaborasi antar sektor industri untuk mendukung ketersediaan oksigen cair ini, kami berharap dapat membantu rumah sakit dan tenaga kesehatan dalamupayanya menyelamatkan pasien-pasien COVID-19,” ujar Erwin melalui keterangan pers, Senin, 19 Juli 2021.

Sementara itu, CEO Grup Mayapada Healthcare Jonathan Tahir mengatakan lonjakan kasus COVID-19 akhir-akhir ini berdampak pada krisisnya pasokan oksigen medis di semua rumah sakit di Indonesia. Pasalnya seluruh fasilitas kesehatan yang merawat pasien COVID-19 membutuhkan oksigen.

“Kami yakin hal ini akan sangat membantu pasien-pasien yang membutuhkan maupun upaya medis dalam penyelamatan pasien COVID-19,” imbuhnya.

Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan, jumlah kebutuhan gas oksigen medis di Indonesia saat ini sudah lebih dari 1.000 ton per hari. Padahal sebelumnya hanya sekitar 400 ton per hari atau 25%  dari total produksi gas oksigen di Indonesia. 

Berita Terkait