Cerita dan Strategi Kitabisa Sukses Bangun Platform Crowd Funding

05 November 2021 07:40 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Pejabat RT setempat memberikan paket sembako kepada warga RW.04 Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2020). Kementerian Sosial bersama Pemprov DKI Jakarta dan PD Pasar Jaya menyalurkan 5023 paket sembako untuk warga Kelurahan Jatipadang, Jakarta Selatan yang terdampak COVID-19. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Platform crowd funding filantropi Kitabisa kini semakin kokoh sebagai pemain utama di Tanah Air. 

Berdiri pada 2013 sebagai gerakan sosial, Kitabisa beralih menjadi wadah donasi online pada 2014. Memanfaatkan teknologi digital, Kitabisa dibuat untuk mewujudkan proyek sosial seseorang atau institusi.

Kesuksesan Kitabisa, papar Timmy, karena dua faktor utama. Pertama, menerapkan inovasi program berbasis wisdom of crowd. Kedua, membangun trust di kalangan para donatur sehingga membuat mereka engage terhadap program yang digelar para campaigner.

“Kami dapat input dari kalangan dokter dan rumah sakit untuk membuka donasi bagi mereka yang sakit. Lalu kami lakukan,” kata Alfatih Timur alias Timmy, founder dan CEO Kitabisa dalam Indonesia Brand Forum 2021, Kamis 4 Oktober 2021.

Timmy bercerita, Wisdom of crowd adalah istilah untuk menggambarkan tentang “kebijaksanaan yang muncul dari opini kolektif”. Usulan-usulan yang masuk secara kolektif ini akhirnya menjadi DNA dalam Kitabisa, berjalan kontinyu hingga bertahun-tahun kemudian. 

Wisdom of crowd juga diterapkan karena masyarakatlah yang punya gagasan yang penting untuk kebutuhan mereka,” Timmy menambahkan.

Bisa dikatakan, filosofi wisdom of crowd inilah yang membuat Kitabisa menjadi lincah bergerak ketika pandemi datang. Saat COVID-19 datang, beberapa usulan deras mengalir dari masyarakat kepada Kitabisa seperti bantuan APD dan kebutuhan lain untuk mengatasi pandemi seperti sembako. 

Adapun untuk membangun trust yang sangat penting untuk keberlanjutan Kitabisa, terutama di kalangan para donatur. Timmy beserta tim membangun sistem yang ketat untuk memverifikasi setiap pihak yang ingin berkampanye, yang membuat proyek penggalangan dana. 

“Ke depannya, Kitabisa akan terus melakukan apa yang disebut connecting kindness, menghubungkan kebaikan para donatur. Kitabisa juga terus memanfaatkan teknologi untuk melakukan hal itu, termasuk dengan kemudahan transaksi pembayaran lewat fintek,” kata Timmy.

Berita Terkait