CEO Grab Tanggapi Ekspansi Go-Jek di Asia Tenggara

TrenAsia (TA) - JAKARTA. Ekspansi Go-Jek di Asia Tenggara membuat persaingan bisnis ride-sharing semakin ketat. CEO Grab Anthony Tan pun memberikan tanggapannya terkait ekspansi bisnis yang dilakukan oleh pesaingnya tersebut.

Dikutip dari CNBC, Tan mengatakan bahwa Grab telah melalui tes perang dengan melawan kompetitor yang lebih besar, yakni Uber yang kini telah diakuisisi oleh Grab. 

“Grab sangat jelas. Kami telah melakukan tes perang. Kami telah bertarung melawan kompetitor yang lebih besar. Kami bertarung melawan Uber. Mereka jauh lebih besar dan mereka masih lebih besar dari kita secara global,” kata Tan mengomentari ekspansi Go-Jek ke Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina.

Pada bulan Maret 2018, Uber telah menjual bisnisnya di Asia Tenggara ke Grab. Hal tersebut semakin memperkuat posisi Grab di kawasan tersebut. Grab sendiri sudah berkompetisi dengan Go-Jek di Indonesia.

Grab telah mengembangkan bisnisnya dari transportasi berbasis teknologi ke layanan pembayaran dan layanan pesan antar makanan. 

Pada Selasa (4/12), Grab juga mengumumkan peluncuran “innovation arm” untuk mendukung start-up teknologi dan mempromosikan teknologi di Asia Tenggara.

Sementar itu, Go-Jek terus mengepakkan sayap bisnis di Asia Tenggara. Yang terbaru, Go-Jek mulai beroperasi di Singapura pada Kamis, 29 November 2018. Aplikasi uji coba beta telah diluncurkan secara resmi sebelum beroperasi penuh pada awal tahun depan.  

Go-Jek telah merekrut banyak pengemudi di Singapura di mana sebagian di antaranya merupakan partner Grab yang telah beralih. Straits Times menyebut, jumlah pengemudi yang ingin menjadi partner Go-Jek di Singapura setidaknya mencapai 20.000 orang.

Go-Jek dikabarkan mendapat dukungan keuangan dari investor termasuk Google, Temasek dan Tencent Singapura.start. Untuk ekspansi di Asia Tenggara, Go-Jek telah menyiapkan dana sebesar US$ 500 juta.

Sebelumnya, Go-Jek telah merambah pasar Vietnam tiga bulan lalu dengan nama Go-Viet. Singapura menjadi negara kedua di luar Indonesia. Selanjutnya akan menyusul Thailand pada pertengahan Desember 2018 dan Filipina di tahun depan. (Hidayat, SN)