Cek Fakta: Dokter Suntik Vaksin ke Jokowi Gemetar, Pastikan Bukan Vitamin C

January 14, 2021, 10:39 PM UTC

Penulis: Sukirno

Presiden Joko Widodo menjadi individu pertama yang divaksinasi / Dok. BPMI Setpres

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menjadi individu pertama yang mendapatkan vaksinasi COVID-19 dari Sinovac Biotech pada Rabu, 13 Januari 2021.

“Enggak terasa apa-apa waktu disuntik. Tapi setelah dua jam, agak pegal sedikit,” kata Presiden Jokowi dilansir laman YouTube Sekretariat Presiden RI, Rabu, 13 Januari 2021.

Presiden juga mengungkapkan terkait vaksinator atau dokter yang menyuntik vaksin saat itu sedikit gemetar. “Ada sedikit rasa takut, karena saya juga melihat agak gemetar sedikit. Mungkin karena ini vaksin pertama kali dan mungkin yang disuntik presiden, apalagi disiarkan langsung di TV, sehingga agak gemetar sedikit. Tapi beliau ini dokter yang berpengalaman dan andal, jadi waktu disuntik tidak terasa sakit sama sekali,” ungkapnya.

Jokowi mengaku terakhir kali disuntik vaksin pada saat ibadah haji. Dia divaksin meningitis dan influenza.

Sementara itu, Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof. dr. Abdul Muthalib SpPD.KHOM yang memvaksin Presiden Jokowi mengaku grogi lantaran belum pernah menyuntik Kepala Negara. Abdul menjadi tim Dokter Kepresiden sudah sejak 2014.

“Karena belum pernah menyuntik Bapak Jokowi, permulaan saya masih gemetar. Untung Bapak Presiden sangat kooperatif,” kisahnya dilansir di program Mata Najwa di Trans TV.

Dia mengakui proses penyuntikkan membuat gemetar lantaran disiarkan secara langsung, termasuk karena yang disuntik adalah orang nomor satu di Indonesia.

Terkait tudingan sejumlah pihak yang menganggap isi jarum suntik untuk Jokowi itu bukan vaksin Sinovac, Prof Abdul Muthalib dengan tegas membantahnya.

“Saya bersaksi bahwa vaksin itu asli. Sebelum dibuka kotaknya, sudah ditunjukkan kotak Sinovac dan flacon Sinovac. Alat suntiknya spread setengah CC untuk vaksin. Dan yang disuntikkan itu bukan vitamin C. Karena kalau vitamin C disuntikkan di dalam otot itu pedih sekali. Mungkin Bapak Presiden akan teriak,” tegasnya. (SKO)