Cari Dana Segar, Bank KB Bukopin Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun

02 September 2021 13:21 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Kantor KB Bukopin KCP Tangerang City, Rabu 18 Agustus 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT Bank KB Bukopin Tbk berencana menghimpun dana segar senilai Rp2 triliun. Emiten bersandi BBKP ini bakal menawarkan obligasi dengan masa penawaran umum pada Kamis, 2 September 2021.

Melansir pengumuman di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan melalui obligasi berkelanjutan I dan obligasi subordinasi berkelanjutan III.

Pada tahap awal, BBKP bakal menerbitkan obligasi berkelanjutan I senilai Rp1 triliun. Bank yang dikuasai perusahaan asal Korea Selatan tersebut menawarkan tingkat bunga tetap sebesar 6,25% per tahun dengan tenor 3 tahun.

Lalu, sisa Rp1 triliun bakal ditarik dari obligasi berkelanjutan III tahap I 2021 dengan dua seri sekaligus. Ada seri A dengan jumlah pokok Rp315 miliar yang memiliki tingkat suku bunga tetap 8% dengan tenor 5 tahun.

Sementara seri B ditawarkan senilai Rp685 miliar dengan tingkat suku bunga lebih tinggi, yakni 8,90%. Bedanya, tenor dari seri B obligasi ini diketahui mencapai 7 tahun.

Sebelumnya, penerbitan obligasi ini telah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Agustus 2021. Adapun masa penawaran ditutup pada 6 September 2021.

Kualitas Kredit Memburuk

Di semester I-2021 ini, BBKP mengalami pemburukan dari segi kualitas kredit yang diberikan pada semester I-2021. Bersamaan dengan kondisi ini, BBKP berupaya mempertebal modal inti dengan menerbitkan obligasi berkelanjutan.

Penyaluran kredit BBKP pada semester I-2021 diketahui turun 3,4% secara tahunan (year on yar/yoy). Jumlah penyaluran kredit BBKP merosot dari Rp56,87 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp54,89 triliun pada semester I-2021.

Dari realisasi itu, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross BBKP melesat dari 5,25% menjadi 8,56%. Kompak, NPL Net BBKP juga merangkak naik dari 3,33% menjadi 4,92%.

Catatan NPL gross dan net BBKP berada jauh di atas rata-rata industri yang masing-masing sebesar 3,24% dan 1,06% pada semester I-2021. Kendati demikian, BBKP juga mengambil langkah antisipatif dengan menaikkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif dari 2,22% menjadi 4,68%.

Modal inti utama BBKP tercatat rontok dari Rp7,06 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp5,71 triliun pada semester I-2020.

Berita Terkait