Cara Mencegah Penyebaran COVID-19 pada Anak-anak

02 September 2021 02:30 WIB

Penulis: Justina Nur Landhiani

Editor: Rizky C. Septania

Cara Mencegah Penyebaran COVID-19 pada Anak-anak

JAKARTA - Pandemi COVID-19 hingga kini tampak belum berakhir. Meski tren kasus positif sudah menurun, kasus positif baru pada tanggal 31 Agustus 2021 di Indonesia masih di angka 10.534.

Bahkan, virus COVID-19 kini juga terdapat varian barunya seperti varian Delta dan Delta plus. Varian Delta dari COVID-19 disebut memiliki kemampuan dua kali lipat lebih besar untuk menularkan ke individu lainnya, daripada varian sebelumnya.

Salah satu cara perlindungan yang bisa dilakukan agar tidak mudah terkena gejala COVID-19 yang parah adalah dengan memperoleh vaksinasi. Akan tetapi, anak-anak di bawah 12 tahun pada umumnya belum bisa mendapatkan vaksinasi.

Oleh karena itu, hal ini kemungkinan besar menjadi suatu penyebab, mengapa anak-anak kini juga terkena COVID-19 bahkan harus dirawat di rumah sakit. Hal itulah yang kemungkinan membuat anak-anak dan remaja menjadi termasuk dalam kelompok usia yang berisiko terkena sakit parah berdasarkan status vaksinasi mereka.

Di awal pandemi, orang-orang yang berusia di atas 65 tahun terkena penyakit yang parah akibat COVID-19 bahkan harus rawat inap. Namun, sekarang kelompok usia ini justru memiliki persentase orang yang divaksinasi lebih tinggi.

Mengutip dari laman Medical News Today, meski jumlah kasus COVID-19 di kalangan anak-anak sekarang meningkat lebih cepat daripada waktu lain selama pandemi, masih belum jelas apakah varian Delta dari SARS-CoV-2 menyerang anak-anak lebih parah daripada varian sebelumnya.

Menurut CDC, anak-anak dengan kondisi yang mendasari seperti memiliki penyakit jantung bawaan atau kondisi genetik tertentu, neurologis, atau metabolisme, dapat memiliki risiko yang parah ketika terkena COVID-19. CDC juga mengatakan bahwa risiko yang lebih tinggi ini juga berlaku untuk anak-anak yang memiliki masalah obesitas, diabetes, asma, penyakit paru-paru kronis, penyakit sel sabit, atau imunosupresi.

Oleh karena itu, CDC saat ini merekomendasikan vaksin COVID-19 untuk semua orang yang berusia di atas 12 tahun. Rekomendasi tersebut muncul usai Pfizer mengumumkan bahwa vaksinnya 100% efektif untuk anak-anak usia 12-15 tahun, sedangkan Moderna melaporkan bahwa vaksinnya 100% efektif pada mereka yang berusia 12 hingga 17 tahun.

Hingga kini, uji klinis untuk vaksin COVID-19 untuk anak-anak usia 11 tahun ke bawah sedang dilakukan. Seperti Pfizer, yang saat ini sedang melakukan uji coba vaksinnya pada anak usia 6 bulan hingga 11 tahun.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan keluarga untuk mengambil langkah pencegahan SARS-CoV-2 di kalangan anak-anak, berikut cara yang bisa Anda lakukan.

1. Orang-orang di sekitar anak harus mendapatkan vaksin COVID-19, termasuk orang tua, anggota rumah tangga, guru, dan sebagainya.

2. Disiplin menggunakan masker bagi semua siswa, guru, dan staf jika telah dilaksanakan pembelajaran tatap muka.

3. Menerapkan jaga jarak sosial atau fisik di ruang kelas.

4. Menjaga kebersihan tangan dengan baik.

5. Mencegah pertemuan dalam skala besar antara siswa, guru, dan staf.

6. Jika telah dilakukan pembelajaran secara tatap muka, ventilasi ruangan kelas harus digunakan.

7. Disiplin melakukan protokol kesehatan apalagi jika ada seseorang yang menunjukkan gejala atau tes positif COVID-19.

Selain itu, sebaiknya orang tua juga tidak membiarkan anaknya untuk keluar rumah jika anaknya memiliki gejala penyakit menular, baik karena COVID-19 atau bukan. 

Berita Terkait