Capai Rp95,13 Triliun, Realisasi Program PEN Masih 20,9 Persen dari Target

13 Juni 2022 23:00 WIB

Penulis: Muhammad Heriyanto

Editor: Ananda Astri Dianka

Pekerja menyelesaikan pembuatan produk di kios sentra kerajinan berbahan rotan di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin, 13 September 2021. (Foto: Ismail Pohan/TrenAsia)

JAKARTA - Realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp95,13 triliun hingga 3 Juni 2022 atau 20,9% dari target anggaran sebesar Rp455,62 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan realisasi untuk klaster penanganan kesehatan mencapai Rp24,46 triliun atau 20% dari alokasi anggaran yang sebesar Rp122,54 triliun.

“Realisasi antara lain untuk klaim nakes (tenaga kesehatan), insentif perpajakan vaksin dan alkes (alat kesehatan), kemudian juga terkait dengan pengadaan vaksin dan Dana Desa,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 13 Juni 2022.

Lalu, untuk klaster perlindungan masyarakat mencapai Rp55,85 triliun atau 36,1% dari alokasi yang sebesar Rp154,76 triliun.

“Ini antara lain untuk PKH (Program Keluarga Harapan), Kartu Sembako, BLT (Bantuan Langsung Tunai) Minyak Goreng, BLT Desa, Bantuan Pedagang Kaki Lima, Warung, dan Nelayan (BLT PKLWN), serta Kartu Prakerja,” ujar Airlangga.

Kemudian, untuk klaster penguatan pemulihan ekonomi telah direalisasikan anggaran sebesar Rp14,83 triliun atau 8,3% dari alokasi yang sebesar Rp178,32 triliun.

“Ini antara lain untuk di sektor pariwisata, dukungan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan fasilitas perpajakan,” ujar Airlangga.

Selain penanganan krisis kesehatan, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2022 program PEN bertujuan melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya. 

UMKM diharapkan dapat 'memperpanjang nafas’ dan meningkatkan kinerjanya sehingga bisa berkontribusi pada perekonomian Indonesia.

Berita Terkait