Capai Rp7.888,6 Triliun, Uang Beredar dalam Arti Luas (M2) Tumbuh 0,4 Persen di Juni 2022

22 Juli 2022 13:03 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Yosi Winosa

Ilustrasi uang rupiah (Freepik)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juni 2022 di posisi Rp7.888,6 triliun atau tumbuh 0,4% dari bulan sebelumnya di angka Rp7.854,8 triliun.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), uang beredar dalam arti luas mencatat pertumbuhan 10,6%, melambat dibandingkan pada Mei 2022 yang pertumbuhannya ada di level 12,1% yoy.

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh perumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) sebesar 16,6% yoy dan uang kuasi sebesar 3,3% yoy.

Pertumbuhan M1 pada bulan Juni 2022 terutama ditopang oleh giro rupiah dan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu.

Giro rupiah tumbuh 29,6% yoy, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat pertumbuhan 32,6% yoy.

Dana float uang elektronik pada Juni 2022 tercatat sebesar Rp9,5 triliun dengan pangsa 0,2% terhadap M1, tumbuh 17,4% yoy.

Untuk diketahui, dana float adalah seluruh nilai uang elektronik yang diterima penerbit atas hasil penerbitan uang elektronik dan/atau pengisian ulang (top up) yang masih merupakan kewajiban penerbit kepada pemegang dan pedagang.

Sementara itu, tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu dengan pangsa 48,1% terhadap M1, tercatat angka Rp2.167,4 triliun atau tumbuh 11,2% yoy.

Lalu, peredaran uang kartal pada Juni 2022 tercatat sebesar Rp815,4 triliun atau tumbuh 10,3% yoy.

Uang kuasi dengan pangsa 42,6% dari M2 tercatat sebesar Rp3.356,9 triliun pada Juni 2022, dan seperti yang disebutkan di atas, mengalami pertumbuhan 3,3% secara tahunan, lebih rendah dari pertumbuhan Mei 2022 di persentase 4,6% yoy.

Perlambatan uang kuasi utamanya disebabkan oleh komponen simpanan berjangka dan giro valuta asing yang masing-masing mencatat pergerakan -1% yoy dan 21,1% yoy.

Kontraksi pada simpanan berjangka sejalan dengan perkembangan suku bunga yang ditawarkan. Sementara itu, pertumbuhan tabungan lainnya mengalami peningkatan, dari 18,6% yoy pada bulan Mei menjadi 20,2% yoy pada bulan Juni.

Selanjutnya, komponen surat berharga selain saham dengan pangsa 0,3% terhadap M2 tumbuh 50,7% yoy, meningkat dari bulan Mei yang mencatat pertumbuhan 45,5% yoy kaerna peningkatan surat berharga jangka pendek yang dimiliki oleh lembaga keuangan nonbank.

Tabel uang beredar dalam arti luas atau M2 Juni 2022 (dalam triliun rupiah). Sumber: BI

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, pertumbuhan M2 di bulan Juni 2022 dipengaruhi oleh akselerasi penyaluran kredit dan perkembangan keuangan pemerintah.

BI mencatat, penyaluran kredit-kredit pada Juni 2022 tumbuh 10,3% yoy, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya di level 8,7% yoy seiring dengan penguatan penyaluran kredit produktif dan konsumtif.

Keuangan pemerintah mengalami kontraksi, terindikasi dari tagihan bersih sistem moneter kepada pemerintah pusat yang menyusut 14% yoy, berbalik arah dari pertumbuhan pada Mei 2022 sebesar 3,9% yoy.

Perkembangan itu didorong oleh meningkatnya kewajiban sistem moneter kepada pemerintah pusat sebesar 24,4% yoy.  

"Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih terkontraksi 1,7% yoy, membaik dibandingkan dengan kontraksi sebesar 2,9% yoy pada bulan sebelumnya," ujar Erwin melalui keterangan resmi, Jumat, 22 Juli 2022.

Berita Terkait