Butuh Uang di Masa Pandemi? Ini Cara Menambah Pundi-Pundi Penghasilan Saat Dirumahkan

08 Agustus 2021 15:23 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Rizky C. Septania

ilustrasi uang tambahan (istimewa)

JAKARTA -- Banyak orang mengambil keputusan menghemat pengeluaran mereka selama masa pandemi COVID-19. Selain tertekan karena pengurangan gaji dari tempat kerja atau kehilangan pekerjaan, mereka juga ingin bisa melewati bulan demi bulan dengan keuangan yang stabil.

Bahkan jika mereka masih memiliki pekerjaan, mereka mungkin ingin mendapatkan uang belanja tambahan atau uang tunai untuk membayar cicilan kendaraan, listrik atau bahkan utang yang masih tertunda.

Nah, ada beberapa cara yang mungkin bisa dilakukan saat waktu luang di rumah, terutama ketika ada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga harus bekerja dari rumah atau dirumahkan.

Dengan melakukan beberapa cara tersebut, kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga atau kebutuhan harian kamu.

1. Jual Barang Secara Online

Selama masa pandemi dan dirumahkan, kamu bisa mendapatkan uang cepat dengan menjual barang-barang yang kamu miliki. 

Namun kamu harus pertimbangkan untuk menjual apapun yang belum digunakan selama lebih dari setahun, termasuk mungkin pakaian bekas yang masih bagus. Jadi jangan menjual barang yang sudah rusak.

Selain itu, kamu juga bisa membuat barang baru seperti kerajinan, perhiasan, dan bahkan origami atau makanan dan minuman untuk dijual secara online. Sebelum itu, periksa apakah barang serupa laku di pasaran.

Ada banyak platform online yang bisa menampung jualan barang, seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan beberapa lainnya.

Namun kamu harus memastikan bahwa harus memiliki akun dengan cara mendaftar ke aplikasi-aplikasi tersebut.

2. Menjadi Freelancer

Satu jenis pekerjaan yang mulai digandrungi anak muda sekarang adalah menjadi pekerja lepas atau freelancer. Mereka tidak mau terikat pada satu perusahaan atau satu pekerjaan. Bergerilya mencari tantangan untuk sekaligus mengasah ketrampilan.

Menjadi freelancer memang cenderung melibatkan pekerjaan yang lebih besar dari sekedar tugas, dan mungkin memerlukan ketrampilan tertentu seperti pengkodean atau desain grafis dan juga media sosial.

Banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan lepas untuk anak-anak muda. Di satu sisi mereka tidak ingin terbebani secara operasional, tetapi di sisi lain mereka terbantukan karena lebih efektif.

3. Menjadi Blogger atau Youtuber

Pernah melihat influencer Instagram meraup jutaan dan bertanya-tanya apakah kamu bisa melakukan hal yang sama? Sekarang bisa menjadi kesempatan untuk Anda.

Siapa pun yang memiliki keterampilan teknologi paling dasar sekalipun dapat membuat blog atau mengunggah video ke YouTube. Kamu dapat menghasilkan uang dari blog baik melalui tautan afiliasi, tempat kamu mempromosikan produk perusahaan lain, atau dengan membangun banyak pengikut sehingga menjadi influencer.

YouTube, misalnya, membayar pengguna yang memposting video persentase dari pendapatan iklannya untuk setiap 1.000 tayangan yang mereka terima.

Untuk tautan afiliasi (vlogging), perusahaan membayar setiap kali seseorang mengakses situs mereka melalui blog Anda.

Amazon, misalnya, menawarkan pembayaran kepada orang-orang yang mempromosikan produk mereka melalui program yang disebut Amazon Associates.

Beberapa bisnis akan membayar Anda untuk mempromosikan produk mereka di Instagram, Twitter, atau akun Facebook Anda.

Menurut perusahaan media sosial Tribe, Anda hanya membutuhkan sekitar 3.000 pengikut untuk memenuhi syarat.

Atau kamu dapat menggunakan blog Anda untuk menjual hal-hal yang terkait dengan apa yang kamu tulis, seperti lokakarya memasak online atau peralatan kerajinan tangan sendiri, atau produk orang lain.

4. Bimbingan Online

Dengan pengetahuan yang kamu miliki, kamu bisa membangun jaringan belajar online kepada orangtua yang ingin membantu anak-anak mereka bisa sekolah dari rumah.

Ini menjadi kesempatan yang tepat buat kamu untuk menambah pundi-pundi penghasilan. Kamu menawarkan layanan dalam sejumlah mata pelajaran dan tidak memerlukan kualifikasi mengajar apapun.

Kamu bisa menjadwalkan pekerjaan tersebut dan menyesuaikannya dengan pekerjaan kamu yang lain di rumah.

5. Menjadi Proofreader

Jika kamu memiliki kemampuan menulis dan tata bahasa yang baik serta perhatian terhadap hal detail, keterampilan itu bisa sangat dihargai oleh beberapa penerbit. Dan pasti, kamu akan dibayar cukup mahal.

Tidak hanya itu, di level yang lebih rendah, kamu bisa membuka layanan penerjemahan atau menjadi pengoreksi terhadap penulisan laporan, skripsi atau tesis rekanan kamu.

Bayarannya juga tidak murah-murah amat untuk konteks Indonesia. Kamu bisa menyesuaikan dengan kemampuan pemesan sambil melihat sulit tidaknya tulisan mereka.

Kamu juga dapat dibayar untuk menyalin rekaman audio oleh perusahaan, institusi atau individu tertentu untuk keperluan laporan atau penelitian dan lain-lain.

Biasanya, beberapa perusahaan proofreading dan transkripsi akan meminta Anda untuk mengikuti tes terlebih dahulu. Tetapi kamu bisa memanfaatkan jaringan pertemanan untuk mendapatkan pekerjaan itu.

6. Meminjamkan Mobil

Jika kamu merasa tidak perlu banyak mengemudi selama pembatasan, kamu dapat menawarkan mobil kepada pekerja yang ingin menghindari transportasi umum.

Atau, kamu juga bisa menyewakan mobil kepada rekanan atau pekerja yang ingin mendapatkan uang dengan menjadi driver. Gojek dan Grab menyediakan layanan antar-jemput penumpang dengan bayaran yang telah ditetapkan oleh kedua perusahaan.

Demikian tips-tips yang bisa mempertembal pundi-pundi penghasilan selama masa pembatasan dan harus dirumahkan.*

Berita Terkait