Butuh Tambahan Modal, Krakatau Steel (KRAS) Rilis Obligasi Wajib Konversi Rp800 Miliar

23 Juni 2021 20:30 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Gedung Krakatau Steel di kawasan Gatot Subroto Kuningan. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – Emiten produsen baja pelat merah, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berencana menerbitkan mandatory convetible bonds alias obligasi wajib konversi (OWK) seri B senilai Rp800 miliar.

OWK seri B tersebut merupakan bagian dari OWK dengan jumlah pokok sebesar Rp3 triliun yang telah disetujui oleh para pemegang saham perseroan pada 24 November 2020. Sedangkan sebelumnya, perseroan telah menerbitkan OWK seri A dengan nilai Rp2,2 triliun pada 30 Desember 2020.

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, perseroan akan meminta restu para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang rencananya akan digelar pada tanggal 29 Juli 2021.

Adapun alasan penerbitan OWK seri B ini karena adanya dampak pandemi COVID-19 yang membuat kegiatan operasional dan produksi industri baja mengalami penurunan signifikan. Sehingga, OWK diharapakan dapat mendukung pembiayaan modal kerja perseroan.

“Posisi perseroan sebagai penyedia produk baja hulu menjadikan industri hilir dan industri pengguna banyak bergantung pada operasional perseroan dan industri tersebut saat ini terpukul akibat penurunan permintaan dan kesulitan cash flow,” tulis manajemen Krakatau Steel melalui keterbukaan informasi, Rabu, 23 Juni 2021.

Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) strategis, perseroan menggangap perlu melakukan inisiatif kepada industri hilir dan industri pengguna untuk menggerakkan kembali perekonomian nasional.

Sebab, industri baja merupakan “Mother of Industries” yang memiliki multiplier effect yang sangat luas terhadap output ekonomi untuk sektor besi dan baja dasar.

Dengan begitu, dukungan Investasi Pemerintah Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada perseroan akan sangat bermanfaat untuk mempertahankan kegiatan produksi dan usaha di sektor hilir.

Hal ini dipercaya dapat memberikan dampak yang cukup besar dan akan meningkatkan permintaan produksi dan mempengaruhi penggunaan suplai dari sektor hulu. Sehingga dapat memulihkan perekonomian nasional.

Dari dana yang diperoleh tersebut, perseroan telah memberikan perpanjangan siklus pembayaran kepada beberapa konsumen utama untuk mendukung kegiatan produksi di industri hilir dalam rangka mendukung program Investasi Pemerintah PEN.

Hal ini turut memberikan dampak atas peningkata kinerja perseroan pada kuartal I-2021 yang terlihat dari peningkatan volume rata-rata penjualan perbulan sebesar 8,4% dibandingkan dengan periode akhir kuartal 2020 dan peningkatan total pendapatan 18% dari periode triwulan IV-2020. (RCS)

Berita Terkait