Buntut Sriwijaya Air Jatuh, Menhub Inspeksi Keselamatan Pesawat

January 17, 2021, 10:59 PM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan inspeksi keselamatan alias ramp check pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu 17 Januari 2021 / Dok. BKIP Kemenhub

TANGERANG – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan langsung pelaksanaan inspeksi keselamatan alias ramp check pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu 17 Januari 2021. Proses tersebut dilakukan pada pesawat Batik Air dengan nomor registrasi PK–LBH.

Menhub mengatakan, pelaksanaan ramp check dilakukan oleh para Inspektur dari Direktorat Jenderal Perhubungan udara untuk memastikan kelaikudaraan pesawat yang akan terbang. Ramp check dilakukan secara terjadwal maupun tidak terjadwal atau sewaktu-waktu.

“Hari ini kita melaksanakan ramp check, suatu proses di mana semua pesawat yang akan berjalan dilakukan pengecekan terhadap fungsi mesin, fungsi pergerakan dan lain sebagainya. Oleh karenanya kami pastikan bahwa seluruh pesawat yang akan take off di semua bandara di Indonesia telah memiliki suatu kualifikasi laik,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto menjelaskan, dalam kegiatan ini dilakukan pengecekan pada seluruh aspek baik badan pesawat maupun dokumen terkait pesawat. Hal ini, katanya, demi memastikan keselamatan perjalanan di udara.

“Kita tadi langsung on site mengecek pesawat Batik Air, kita cek log book-nya, kita cek fisiknya, kita cek pilotnya, kita cek personelnya, kemudian catatan-catatan apa yang ada di history di dalam pesawat,” tutur Novie.

Ia menegaskan, semua hal terkait dengan komponen pesawat harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pabrik maupun pemerintah. Sehingga, jika dalam kegiatan ramp check ditemukan hal-hal yang tidak sesuai ketentuan, maka pesawat tidak akan diizinkan beroperasi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin bilang, pihaknya sebagai operator bandara mendukung keselamatan penerbangan. Khususnya terkait pergerakan pesawat di bandara.

Ia mengklaim, saat ini Bandara Soekarno-Hatta telah mengimplementasikan konsep berbasis teknologi yakni Airport Collaborative Decision Making (A-CDM). Sistem ini, katanya dapat meningkatkan kolaborasi antara operator bandara dengan berbagai stakeholder terkait.

“Dalam hal ini penyedia jasa navigasi penerbangan yakni AirNav Indonesia, maskapai, penyedia jasa ground handling dan stakeholder lainnya, guna meningkatkan efisiensi, efektivitas, serta keselamatan penerbangan,” pungkasnya. (SKO)