Buntut Penembakan 31 Pekerja, Pemerintah Hentikan Sementara Proyek Trans Papua

TrenAsia (TA) - JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghentikan sementara pekerjaan proyek Trans Papua. Langkah tersebut dilakukan menyusul penembakan 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Basuki mengatakan seluruh pekerjaan jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Ndua dihentikan pasca terjadinya penembakan di lokasi proyek tersebut. “Di ruas ini dihentikan semua Mamugu sampai Wamena sambil tunggu sesuai rekomendasi Pangdam dan Kapolda,” kata Basuki dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/12).

Di jalan Trans Papua dari Wamena-Mamugu terdapat pekerjaan 35 proyek jembatan. Sebanyak 35 jembatan dikerjakan oleh dua BUMN, yaitu Istaka Karya dan Brantas Abipraya. Menurut Basuki, jalan tersebut sebenarnya sudah tembus Mamugu sampai ke Wamena namun belum sempurna karena ada 35 jembatan yang harus dibangun.

Istaka Karya sendiri mengerjakan 14 jembatan dan Brantas Abipraya mengerjakan 21 jembatan. “Istaka Karya ditugasi bangun 14 jembatan yang 11 jembatan sudah dalam pekerjaan pelaksanaan 11 dari 14. Brantas Abipraya 21 jembatan,” ujar Basuki.

Penembakan 31 pekerja dari Istaka Karya diperkirakan terjadi pada Sabtu (1/12). Saat itu, para anggota KKB sedang merayakan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM). Salah seorang pekerja diduga mengambil foto upacara tersebut sehingga mereka marah dan membunuh para pekerja tersebut. 

Selain itu, anggota KKB juga menyerang  Pos TNI Yonif 755/Yalet di Mbua, Ndugadan. Akibat kejadian tersebut, seorang anggota TNI meninggal dunia. Aparat keamanan hingga kini belum bisa mengevakusi jenazah para pekerja dan anggota TNI yang tewas.(Hidayat, SN)