Buntut Lonjakan Harga Sawit, Saraswanti Anugerah (SAMF) Tingkatkan Kapasitas Pabrik Pupuk

16 November 2021 11:53 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Vega Aulia

Buntut Lonjakan Harga Sawit, Saraswanti Anugerah (SAMF) Tingkatkan Kapasitas Pabrik Pupuk

JAKARTA – Produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF), melalui anak perusahaannya PT Dupan Anugerah Lestari, merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk meningkatkan kapasitas pabrik. 

Hal ini seiring dengan tren kenaikan harga sawit sejak pertengahan tahun 2021 yang membuat kenaikan permintaan pupuk kian melonjak. Hal ini juga tercermin dari lonjakan penjualan pada kuartal III-2021 sebesar 25,5% year-on-year (yoy) menjadi Rp1,25 triliun dari Rp994,89 miliar pada kuartal III-2020.

Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan pupuk tersebut, Direktur Utama SAMF Yahya Taufik menyatakan pihaknya terus berupaya mempercepat proses peningkatan kapasitas pabrik sebesar 100.000 ton. Sehingga, total kapasitas pabrik akan meningkat menjadi 700.000 ton per tahun. 

Yahya menuturkan perseroan menganggarkan capex di periode 2021 – 2022 sebanyak Rp105 miliar. Khusus untuk tahun ini alokasinya sebesar Rp64 miliar untuk pengadaan mesin produksi dan instalasi, Rp22,5 miliar untuk pengadaan lahan bagi perluasan pabrik, dan Rp13,5 miliar untuk perluasan gudang bahan baku dan barang jadi. 

“Untuk tahun anggaran 2022, SAMF merencanakan pengadaan kantor pemasaran di Sampit dan Pekanbaru dengan anggaran Rp5 miliar,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Selasa, 16 November 2021.

Yahya menjelaskan, peningkatan kapasitas ini berupa penambahan line produksi ke-3 di Dupan Anugerah Lestari yang berlokasi di Kawasan Industri Saraswanti Group, Mojokerto, Jawa Timur.  Dengan demikian, ini adalah line produksi pupuk NPK Granul ke-7 yang dimiliki oleh perseroan. 

Selain itu, lanjutnya, pembangunan sarana pendukung line produksi telah memasuki progres akhir. Mesin-mesin utama yang diimpor dari India akan masuk pada Januari 2022. Ia berharap penambahan kapasitas ini dapat dioperasikan pada akhir triwulan III-2022. 

“Kami berharap dengan upaya penambahan kapasitas pabrik tersebut dapat memenuhi permintaan pupuk yang melonjak signifikan serta meningkatkan pangsa pasar SAMF,” tutupnya.

Berita Terkait