Buntut Kasus Rangkap Jabatan, Rektor UI Ari Kuncoro Mundur dari Kursi Komisaris BRI

22 Juli 2021 13:46 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menerima surat pengunduran diri komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Ari Kuncoro

Sebelum mengundurkan diri, Ari Kuncoro mendapat kritikan tajam dari berbagai pihak karena merangkap jabatan sebagai rektor Universitas Indonesia (UI) di saat yang bersamaan.

“Sehubungan dengan itu, perseroan menindaklanjuti (pengunduran diri) sesuai ketentuan dan prosedur,” tulis manajemen BRI dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 22 Juli 2021.

Manajemen BRI menyebut bakal menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam pelaksanaan perubahan jajaran direksi dan komisaris. 

Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan restu rangkap jabatan Ari melalui terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 75 tahun 2021 tentang Statuta UI yang mengubah ketentuan PP Nomor 68 Tahun 2013.

Sejumlah pihak menyoroti soal rangkap jabatan Ari Kuncoro. Salah satunya adalah Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon yang mengatakan fenomena rangkap jabatan ini memalukan.

“Sungguh memalukan, Statuta UI diubah untuk melegitimasi jabatan komisaris BUMN,” ujar Fadli melalui akun Twitter @Fadlizon, dikutip Kamis, 22 Juli 2021.

Meski begitu, fenomena rangkap jabatan Rektor dan Komisaris ini tidak hanya dialami Ari Kuncoro. Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Komarudin Hidayat diketahui menjabat sebagai komisaris independen di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). 

Berbeda nasib dengan Ari, Komarudin hingga kini masih menjabat sebagai komisaris di BRIS. Komarudin beralasan UIII yang masih dalam proses pembangunan dan konsolidasi sehingga UIII masih belum beroperasi sampai 2024.

Berita Terkait