BUMN Wijaya Karya Siapkan 5 Strategi untuk Bangkit Tahun Ini

15 April 2021 05:35 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Gedung PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) / Wika.co.id

JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor kosntruksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyusun beberapa strategi untuk bangkit pada 2021.

Hal ini untuk memperbaiki kinerja WIKA pada 2020 yang mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 39,25% menjadi Rp16,53 triliun, dari tahun sebelumnya Rp27,21 triliun.

“Pertama, kita semua tahu WIKA Realty akan menjadi holding hotel-hotel yang ada di BUMN. Saat ini ada 22 hotel,” ujar Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito dalam webinar “Mengukur Infrastruktur”, Rabu, 14 April 2021.

Dengan adanya holding hotel ini, WIKA akan mengelola hotel-hotel yang dimiliki oleh empat BUMN lain, yaitu PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Pegadaian (Persero).

Kedua, WIKA akan melakukan divestasi saham mereka di PT Prima Terminal Petikemas. Lewat divestasi ini, perusahaan berharap dapat meraup Rp174 miliar.

“Kami ada saham dengan Pelindo dengan PT Hutama Karya (Persero) di sana, namun kecil,” tambahnya.

Ketiga, WIKA akan melakukan distribusi besar-besaran motor listrik Gesits pada pertengahan tahun ini. Sebagai informasi, Gesits diproduksi oleh anak usaha WIKA yaitu PT Wika Industri dan Konstruksi (Wikon) dengan kapasitas produksi 50.000 unit dalam setahun.

Keempat, WIKA akan membangun big plant untuk produksi aspal atau bitumen lewat anak usaha mereka, PT Wika Bitumen. Perusahaan berencana pembangunan ini dapat meningkatkan produksi aspal mereka menjadi 300.000 ton per tahun.

“Kita juga akan meningkatkan kapasitas produksi baja anak perusahaan Wikon menjadi 100.000 ton per tahun,” ujarnya.

Terakhir, perusahaan berencana menerbitkan obligasi PUB tahap II yang bernilai Rp3 triliun. (LRD)

Berita Terkait