BUMN SMF Terbitkan Utang Obligasi dan Sukuk Rp2,46 Triliun

JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan meraup dana Rp2,46 triliun. Dana tersebut berasal dari penerbitan obligasi berkelanjutan V dan sukuk mudharabah berkelanjutan I.

Melalui prospektus yang dirilis hari ini, Senin, 29 Juni 2020, SMF akan melanjutkan penerbitan obligasi berkelanjutan V tahap IV. Nilainya Rp2,11 triliun.

Obligasi ini terdiri dari dua seri, yakni seri A Rp1,69 triliun berbunga 6,75% akan jatuh tempo pada 24 Juli 2021 dan seri B Rp424 miliar berbunga 8,1% akan jatuh tempo pada 14 Juli 2025.

Obligasi berkelanjutan V ini punya target Rp19 triliun. Sebelumnya rencana penerbitan tahap IV, SMF telah menerbitkan obligasi berkelanjutan V sebanyak tiga tahap dengan total dana Rp8,2 triliun. Alhasil, sisa penerbitan obligasi berkelanjutan V SMF menjadi Rp10,8 triliun.

Terbitkan Sukuk

Selain itu, SMF juga akan menawarkan sukuk mudharabah I tahap II Rp346 miliar. Sukuk yang menawarkan bagi hasil 6,75% ini punya jangka waktu 370 hari atau jatuh tempo pada 24 Juli 2021.

Sukuk mudharabah I tahap II ini merupakan bagian dari sukuk mudharabah I dengan target dana Rp2 triliun. Sebelumnya, perseroan telah menerbitan sukuk mudharabah I tahap I Rp100 miliar. Dengan begitu, perseroan masih memiliki sisa penerbitan sukuk mudharabah Rp1,55 triliun.

Adapun dalam melaksanakan penerbitan obligasi dan sukuk ini, SMF menunjuk Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, RHB Sekuritas Indonesia, dan Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi.

SMF juga memeroleh hasil pemeringkatan idAAA (triple A) dan idAAA(sy)dari PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo dalam rangka penerbitan obligase dan sukuk mudharabah.

Masa penawaran umum obligasi berkelanjutan V tahap IV dan sukuk mudharabah I tahap II SMF ini akan dimulai pada 9 Juli 2020 dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 15 Juli 2020.

Dana hasil emisi obligasi dan sukuk akan digunakan untuk menggantikan sebagian dana ekuitas yang telah disalurkan sebagai pinjaman kepada penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Total refinancing KPR per 31 Maret 2020 mencapai Rp4,13 triliun. (SKO)

Tags:
BUMNkprkredit pemilikan rumahobligasipenyaluran kreditpt sarana multi griya finansial (persero)smfSukuk
Issa Almawadi

Issa Almawadi

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: