BUMN Dinilai Tidak Pantas Punya Mal

JAKARTA—Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disebut tidak pantas memiliki bisnis di bidang pusat perbelanjaan alias mal. Pernyataan tersebut sebagaimana dikatakan Ekonom senior Faisal Basri dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Penyelesaian Kasus Jiwasraya Terhadap Kinerja Sektor Keuangan dan Kepercayaan Investor pada Kamis, 12 Maret.

“Apakah pantas BUMN itu memiliki mal? Apa tidak cukup (mal) Sarinah saja. Kok mengurusi tetek bengek seperti ini.” ucap Faisal di Jakarta, Kamis (12/3).

Sebelumnya, diberitakan bahwa Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo berharap Mal Cilandak Town Square (Citos) dibeli oleh perusahaan pelat merah, yakni PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). Pembelian tersebut berhubungan dengan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Jiwasraya) yang dinyatakan gagal bayar klaim nasabah mencapai Rp16 triliun.

Sementara itu, Citos merupakan salah satu aset yang dimiliki Jiwasraya. Diperkirakan, pusat perbelanjaan yang berdiri pada pertengahan 2002 ini mempunyai nilai lebih dari Rp2 triliun rupiah.

Menurut Faisal, Citos memiliki prospek yang bagus. Namun, kepemilikan terhadap Citos bertentangan dengan peran BUMN sebagai agent of development.

“Lebih dari itu saya tidak menyarankan BUMN membeli Citos. Kalau semua lebih baik, prospeknya lebih baik, negara aja yang urus semua. Prospeknya hotel lebih baik, beli hotel oleh BUMN.” tegas Faisal.

Tags:
BUMNCitosFaisal BasriJiwasrayaSarinah
%d blogger menyukai ini: