Bumi Serpong Damai Kantongi Izin 500 Ha di Lahan Ibu Kota Baru

09 September 2021 06:00 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Rizky C. Septania

Sinarmas Land Plaza di Bumi Serpong Damai (BSD)

JAKARTAPerusahaan properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengungkapkan rencana pembangunan proyek di Ibu Kota baru.

Presiden Direktur BSDE Francicus Xaverius Ridwan Darmali mengatakan, perseroan telah mendapatkan izin atas lahan seluas 500 Hektare (Ha) di wilayah Kalimantan Timur, Balikpapan, dan Samarinda.

“Jumlah ini mencakup yang sudah terdevelop maupun yang belum,” mengutip pemaparan Public Expose BSDE secara daring, Rabu, 8 September 2021.  

Saat iniujarnya,perseroan sudah menjalin komunikasi dengan kementerian terkait mengenai pengembangan apa saja yang diperlukan. Untuk proyek hunian, sekarang masih dalam perencanaan. Diharapkan, dalam satu sampai dua tahun mendapatang bisa segera dilaunching. Adapun jarak proyek BSDE ke ibu kota baru kurang lebih 30 km.

Pria yang akrab disapa Ridwan ini mengaku, perseroan sudah tidak asing dengan pengembangan proyek di Balikpapan. “Kami mengembangkan proyek di Kalimantan. Di Samarinda sendiri baru penjajakan, kami akan melakukan joint venture dengan pengembang lokal,” tambahnya.

Di sisi lain, perseroan tengah menggenjot proyek lainnya, seperti BSD City. Proyek perumahan tersebut memiliki mal terbuka yang berpotensi mendatangkan tren okupansi dan pengunjung yang cukup bagus. Dengan konsep green office park, okupansi mal ini rata rata 70-75%.

Sebagai informasi, pada paruh pertama tahun ini, pendapatan BSDE tercatat meningkat 39% year-on-year (yoy) menjadi Rp3,2 triliun. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,3 triliun.

Selain itu, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp680 miliar. Perseroan berhasil membalikkan kinerja dari yang semula rugi Rp192 miliar pada periode yang sama 2020.

Adapun total liabilitas BSDE tercatat Rp24 triliun, turun dibandingkan dengan Rp26,3 triliun per akhir 2020. Sebaliknya, total ekuitas naik menjadi Rp35 triliun, dari Rp34,4 triliun per Desember 2020.

Kemudian kas dan setara kas perseroan menurun dari Rp10,9 triliun per akhir tahun lalu menjadi Rp7,6 triliun per semester I-2021.  Total aset perseroan yang dibukukan per semester I-2021 sebesar Rp59 triliun, turun tipis dari Rp60,8 triliun per akhir 2020.

Berita Terkait