Bumi Resources Rombak Komisaris dan Direksi, Aga Bakrie Jadi Presdir

31 Agustus 2021 21:44 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

Tambang batu bara PT Arutmin Indonesia, anak usaha PT Bumi Resources Tbk / Bumiresources.com

JAKARTA – Emiten batu bara Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), merombak jajaran komisaris dan direksinya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 31 Agustus 2021. 

Dalam jajaran komisaris, Sharif Cicip Sutarjo terpilih menjadi Presiden Komisaris BUMI yang baru menggantikan Rosan Roeslani. Lalu, anak Nirwan Bakrie, Adhika Andrayudha Bakrie ditunjuk sebagai komisioner.

“Sharif Cicip Sutarjo diangkat menjadi Presiden Komisaris menggantikan Rosan Roeslani yang mengundurkan diri untuk menjabat sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia,” ujar Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava, Selasa, 31 Agustus 2021.

Sebagai informasi, Sharif Cicip Sutarjo adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia ke-6 dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar pada 2016-2019. 

Adhika Nuraga Bakrie Jadi Presiden Direktur

Sementara itu, anak Nirwan Bakrie selanjutnya, Adhika Nuraga Bakrie atau Aga Bakrie, ditunjuk menjadi Presiden Direktur (Presdir) BUMI menggantikan Saptari Hoedaja yang meninggal pada 4 Juli 2021 lalu. Sebelumnya, Aga Bakrie menjabat sebagai Deputy CEO sekaligus Direktur BUMI.

Merangkum dari situs PT Graha Andrasentra Propertindo dan PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk, Aga Bakrie merupakan anak tertua dari Nirwan D. Bakrie. Aga lahir di Jakarta, 14 Desember 1981. Ia bersama 10 cucu dari generasi ketiga telah mengendalikan sejumlah bisnis keluarga.

Lulusan Bentley College, Boston, Amerika Serikat pada 2005 itu telah menjabat Direktur PT Bakrie Capital Indonesia sejak 2013.

Selain menjadi Komisaris Jungle Land, Aga juga tercatat pernah menjadi Komisaris PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk dimulai pada 2015.

Aga juga tercatat menjadi di PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk sebagai Direktur (2015-2017), PT Jungleland Asia sebagai Direktur (2015-2016), PT Graha Andrasentra Propertindo, sebagai Chief Business Development Officer (2014 - 2015), PT Semesta Marga Raya/Bakrie Toll Road.

Sementara, Dileep mengungkapkan RUPST BUMI juga telah menyetujui laporan keuangan tahun buku 2020 yang telah diaudit, serta pembebasan atas tindakan pengawasan dewan untuk kinerja 2020, serta menunjuk auditor untuk laporan keuangan 2021.

BUMI tidak membagikan dividen tahun ini karena mencatat rugi pada 2020 lalu. Perusahaan tersebut mencatatkan rugi bersih sebesar US$338 juta atau Rp4,7 triliun (asumsi kurs Rp14.084 per dolar AS), berbanding terbalik dengan catatan 2019 yang mencatatkan laba bersih Rp98 miliar.

Berita Terkait