Bulan Ini Konglomerat Low Tuck Kwong Habiskan Rp6,55 Miliar Borong Saham BYAN

23 Agustus 2021 18:31 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Amirudin Zuhri

Pertambangan batu bara milik PT Bayan Resources Tbk (BYAN). (bayan.com.sg)

JAKARTA – Konglomerat Low Tuck Kwong sudah menghabiskan Rp6,55 miliar untuk memborong saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) pada Agustus 2021 ini. Ini membuat kepemilikan saham Low di perusahaannya ini menjadi 55,12%.

Teranyar, Kwong menambah lagi sahamnya di PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebanyak 133.900 saham pada 16-20 Agustus 2021. Dengan harga per saham Rp15.031,67, ini berarti Kwong mengeluarkan uang Rp2,01 miliar untuk transaksi ini.

Ini merupakan transaksi penambahan saham BYAN kedua oleh Kwong bulan ini. Sebelumnya, dia juga sudah membeli 309.200 saham seharga Rp14.683 per sahamnya pada 2-6 Agustus 2021. Nilai transaksi tersebut pun tercatat Rp4,54 miliar. 

TrenAsia.com mencatat Kwong sudah 23.650.430 saham BYAN dalam 14 transaksi sejak awal 2020 ini. Total, dirinya telah menghabiskan Rp287,94 miliar untuk membuat kepemilikan sahamnya naik dari 54,04% pada awal tahun menjadi 55,12% pada saat ini.

Sebagai informasi, Kwong adalah pendiri sekaligus Direktur Utama BYAN. Ia sempat bekerja untuk perusahaan konstruksi ayahnya ketika berumur 20-an dan pindah ke Indonesia pada 1972. Sempat sukses jadi kontraktor, Kwong banting setir ke pertambangan setelah membeli tambang pertamanya pada 1997.

Kini, Kwong tidak hanya menguasai BYAN tetapi juga perusahaan perkapalan Singapura, Manhattan Resources, dan memiliki ketertarikan di The Farrer Park Company, Samindo Resources, and Voksel Electric..

Kwong juga menyuntik dana ke SEAX Global, perusahaan yang sedang membangun sistem kabel optik bawah laut yang akan menghubungkan konektivitas internet antara Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

Pada 2020, Kwong dinobatkan menjadi orang terkaya ke-25 di Indonesia oleh Forbes. Dalam data real-time, Kwong menduduki posisi 2.524 orang terkaya di dunia dengan kekayaan sebesar US$1,2 miliar atau sekitar Rp17,26 triliun (kurs Rp14,353 per dolar AS) per 9 Agustus 2021.

Sepanjang semester I-2021, BYAN berhasil mencetak pendapatan sebesar US$1,02 miliar atau Rp14,83 triliun (kurs Rp14.496 per dolar AS sesuai laporan keuangan). Jumlah ini lebih tinggi 47,2% dibandingkan dengan US$695 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk pun melejit hingga 386,8% menjadi US$337 juta atau setara Rp4,8 triliun pada periode yang sama. Pada semester I-2020, laba bersih BYAN tercatat US$62,24 juta (Rp1 triliun).

Berita Terkait