BUKU 4 Masih Dominasi Kredit September 2020

04 November 2020 17:34 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso saat hadir pada Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 September 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebut ada pertumbuhan dalam penyaluran kredit bank pada September 2020.

Kendati masih melambat dibandingkan bulan sebelumnya, penyaluran kredit pada bulan kesembilan tahun ini tumbuh 0,12% year-on-year (yoy) sebesar Rp5.530,6 triliun.

Adapun kredit yang berhasil disalurkan per September tahun lalu sebesar Rp5.524,2 triliun, kemudian per Agustus 2020 sebesar Rp5.521,9 triliun.

“Penyaluran kredit terbesar masih didominasi oleh Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 4,” terang Wimboh dalam konferensi daring beberapa hari lalu.

Secara rinci, BUKU 4 menyumbang sebesar Rp3.106 triliun, diikuti oleh BUKU 3 sebesar Rp1.719,4 triliun, BUKU 2 sebesar Rp669,4 triliun, dan Rp35,8 triliun oleh BUKU I.

Sementara itu, jika dilihat dari kepemilikannya, penyaluran kredit oleh bank persero mencapai Rp2.422,9 triliun, meningkat 0,56% month-to-month (mtm) dari Agustus 2020 sebesar Rp2.409,4 triliun.

Selanjutnya, kendati melambat 0,27% mtm dibandingkan penyaluran kredit bulan sebelumnya yang sebesar Rp2.406,3 triliun, BUSN masih menyumbang Rp2.399,7 triliun pada kuartal III tahun ini.

Adapun kenaikan 1,01% mtm dihasilkan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD), dari Rp472,3 triliun pada Agustus 2020 menjadi Rp477,1 triliun pada September 2020.

Terakhir, penyaluran kredit bank asing tercatat sebesar Rp230,9 triliun, turun 1,29% mtm dibandingkan Rp233,9 triliun pada Agustus 2020.

Namun, secara keseluruhan Wimboh menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan tetap dalam kondisi terjaga.

“Kinerja intermediasi masih tumbuh positif dan tingkat prudensial juga tetap terjaga pada level yang terkendali,” tambahnya.

Disebutkan, pada periode ini dana pihak ketiga (DPK) meningkat sebesar 12,88% yoy. Profil risiko lembaga jasa keuangan pada September 2020 juga masih terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,15%, NPL net 1,07%.

Rasio alat likuid atau non-core deposit dan alat likuid/DPK per 21 Oktober 2020 terpantau pada level 154,14% dan 32,94%, di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%, serta permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan tercatat sebesar 23,39%.

Berita Terkait