Bukan Monopoli, Merger Tokopedia dan Gojek Berdampak Positif bagi Konsumen

09 Januari 2021 14:42 WIB

Penulis: Laila Ramdhini

Gojek Founder dan mantan CEO Nadiem Anwar Makarim, bersama Co-CEO Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo.

JAKARTA – Rencana merger Gojek dan Tokopedia akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan mendatangkan keuntungan bagi konsumen. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) diminta agar menilai dengan bijak isu dominasi pasar atas merger ini.

”Ini bukan isu antara asing vs tidak asing. KPPU todal boleh anggap ini dominasi pasar karena kita punya Undang-Undang (UU) Persaingan Usaha. Trennya ke depan ini pasti akan ada banyak perusahaan yang akan merger dan akuisisi,” ujar Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani Sabtu 9 Januari 2021.

Avilian menuturkan KPPU tidak bisa hanya melihat dari satu sisi saja. KPPU perlu melihat perspektif lain. Aviliani menilai rencana merger ini sebagai praktik bisnis yang wajar karena ekosistem akan terjadi dengan sendirinya.

”Dengan win-win solution. Tokopedia adalah platform jual beli barang dan menjadi salah satu e-Commerce yang menguasai pasar. Sedangkan Gojek punya ekosistem layanan transportasi, makanan, dan lainnya. Gojek belum punya e-Commerce. Dengan merger maka keduanya semakin besar,” kata Aviliani.

Aviliani menuturkan ekosistem digital yang lebih kuat berpotensi terbangun dari penggabungan dua entitas tersebut. Terlebih, Gojek segera menjadi salah satu pemilik bank dengan keunggulan digital yaitu Bank Jago.

”Maka toko-toko yang berada dalam Tokopedia bisa dengan mudah mendapat pinjaman dari bank tersebut. Terbangunlah ekosistem digital,” jelasnya.

Lebih Efisien

Hal tersebut akan terjadi secara lebih efisien. Aviliani mengatakan, tanpa kolaborasi, maka ekspansi masing-masing perusahaan akan membutuhkan investasi dengan dana yang besar.

”Sedangkan dengan bergabung jadi lebih cepat membangunnya. Maka kalau mau jual sebagian saham, buat Gojek tentu untung dapat data banyak dari Tokopedia. Karena mereka dapat tawarkan kredit ke seller di tokopedia,” imbuhnya.

Sementara, Aviliani menyebut dampak merger Tokopedia dan Gojek terhadap perekonomian nasional sangat tergantung pada beberapa hal, antara lain apakah barang yang dijual di Tokopedia adalah bukan barang impor.  

Sebab perlu diperhatikan sejauh mana arus perputaran barang di dalam negeri. Diupayakan meminimalisir barang impor terutama untuk barang konsumtif.

”Bila hanya impor buat apa. Bila tidak produksi di sini maka nilai tambah kecil,” sebutnya.

Lebih lanjut, Aviliani menyatakan setelah merger Tokopedia dengan Gojek, justru kekuatan ekspansi semakin tinggi. Sehingga bisa membawa barang dari Indonesia go Internasional terutama untuk di regional Asia Tenggara.

Berita Terkait