Bukan Impor, Indonesia Justru Berpeluang Ekspor Beras

March 29, 2021, 06:05 AM UTC

Penulis: Reky Arfal

Kementerian Pertanian tengah mempersiapkan kerja sama pembukaan lahan pertanian atau cetak sawah seluas 600.000 hektare. / Facebook @kementanRI

JAKARTA – Di tengah ramainya isu impor beras, Kementerian Pertanian (Kementan) merilis data adanya peluang pasar ekspor beras yang terbuka lebar bagi petani Indonesia.

Pasalnya, peluang ekspor yang diungkap saat panen raya di berbagai wilayah ini memiliki jaminan harga yang cukup baik dan dapat bersaing di pasar internasional.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri mengatakan setiap tahunnya beras lokal Indonesia juga diminati pangsa pasar negara lain

“Berdasarkan data IQFAST (Inhouse System Indonesian Quarantine Full System) Badan Karantina Pertanian yang dihimpun di pelabuhan ekspor, permintaan beras lokal Indonesia di luar negeri cukup banyak,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu 28 Maret 2021

Bahkan, pada 2017 Indonesia melakukan ekspor 2.100 ton beras ke 5 negara tujuan, yakni Belanda, Amerika Serikat, Malaysia, Belgia dan Bangladesh.

Sedangkan pada 2018, ekspor beras lokal Indonesia mencapai 1.400 ton dan dikirim ke 14 negara, termasuk Jepang, Vietnam, dan China.

Kuntoro juga merinci pada 2019 volume ekspor beras mencapai 230,2 ton dan pada 2020 sebesar 341,1 ton.

Menurut Kuntoro, beras dalam kategori premium atau kebutuhan khusus masih terbuka permintaannya.

“Mengingat selera pasar, kebutuhan beras organik dan horeka di luar negeri akan beras lokal Asia cukup bagus,” imbuhnya.

Namun, ia juga menyayangkan bahwa volume ekspor beras sedikit menurun disebabkan COVID-19. Akan tetapi, jumlah negara tujuan ekspor bertambah hingga 20 negara di dunia.

Kuntoro menilai peluang ekspor ini akan terbuka lebar terutama saat negara di dunia mulai membuka akses pelabuhannya.

Ia sangat yakin, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional. Sebab Indonesia punya wilayah pertanian yang luas serta kemampuan produksi yang sangat baik.

“Menteri Pertanian Syahrul sudah memberi arahan khusus terkait peningkatan nilai tambah dan ekspor produk pertanian kita. Tinggal kita maksimalnya potensinya,” tutur dia. (SKO)

Berita Terkait