Bukalapak Masuk Jadi Pemegang Saham Allo Bank

04 Januari 2022 20:30 WIB

Penulis: Adinda Purnama Rachmani

Editor: Rizky C. Septania

Ilustrasi aplikasi PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) milik konglomerat Chairul Tanjung / Dok. Allo Bank (Allo Bank)

JAKARTA - PT Allo Bank Indonesia (BBHI) menetapkan harga untuk pelaksanaan rights issue sebesar Rp478 per lembar. Pihaknya akan menjual maksimal 10,04 miliar lembar dengan nilai Rp100 per saham. Dari penjualan tersebut Allo Bank mndapatkan dana sebesar Rp4,8 triliun.

Dilansir dari keterbukaan bursa efek, dana rights issue akan memperkuat struktur permodalan inti menjadi KBMI.

"Dana hasil rights issue akan memperkuat struktur permodalan untuk meningkatkan modal inti menjadi KBMI termasuk kelompok KBMI 2 sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK 12/2021)," kata Finance, Planning and Control Divison Head Allo Bank Indonesia, Aryanto Halawa, Selasa, 04 Januari 2021.

Selanjutnya, Allo Bank sudah menetapkan rasio 100 berbanding 86, nantinya setiap pemegang 100 saham lawas dengan nama tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan berhak atas 86 saham right issue pada pernutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada 11 Januari 2022.

Selain itu dana right issue akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan, termasuk mengembangkan kegiatan kredit dengan inovasi teknologi.

Allo Bank sudah memiliki jadwal right issue seperti berikut : 

Cum-right pasar reguler dan pasar negosiasi pada 7 Januari 2022. Sedang pasar tunai pada 11 Januari 2022. ex-right pasar reguler dan pasar negosiasi pada 10 Januari 2022. Ex right pasar tunai dilaksanakan pada 12 Januari 2022, distribusi pada 12 Januari 2022, pencatatan efek di Bursa Efek Indonesia di 13 Januari 2022.

Selanjutnya, untuk periode perdagangan dan pelaksanaan righ issue pada 13-19 Januari 2022, tanggal akhir pembayaran pesanan tambahan di 21 Januari 2022.

Periode penyerahan efek pada 17-12 Januari 2022, penjatahan dilaksanakan pada 24 Januari 2022 dan tanggal pengembalian kelebihan uang pesanan akan jatuh di 26 Januari 2022.

Adapun berdasarkan surat pernyataan kesamnggupan dan ketersediaan dana PT Bukalapak.com (BUKA), Abadi Investments Pte.Ltd. (AL), PT Indolife Investama Perkasa (IIP), H Holdings Inc. (HH), Trusty Cars Pte. Ltd. (TC) dan PT CT Corpora (CTC) pengalihan HMETD dilakukan denga rincian kepada Bulapak senilai 2.497.816.903 lembar atau senilai Rp1,2 triliun.

Kemudian kepada AI sebanyak 1.521.117.930 lembar senilai Rp727,09 miliar, IIP sebanyak 1.303.815.386 lembar senilai Rp623,22 miliar, HH sebanyak 448.744.769 lembar senilai Rp214,45 miliar, TC sebanyak 150 juta lembar senilai Rp71,7 miliar dan CTC sebanyak 408.318.058 lembar atau senilai Rp195,18 miliar.

Berita Terkait