Bukalapak Jelaskan Keuntungan Investasi di Allo Bank

12 Mei 2022 12:30 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

Warga mengakses logo Bukalapak di Jakarta, Kamis, 24 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) memberikan penjelasan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perihal keuntungan yang belum terealisasi dari investasi sebesar Rp13,49 triliun di PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) yang tertera dalam laporan keuangan perseroan periode kuartal I-2022.

Corporate Secretary Bukalapak, Perdana A. Saputro menjelaskan, kepemilikan perseroan atas investasi pada saham tercatat di bursa kurang dari 20% dan tidak memiliki pengaruh signifikan. 

Oleh sebab itu, perseroan mengakui dan menyajikan investasi tersebut sesuai dengan Peraturan Standar Akuntansi (PSAK) 71/IFRS 9, yang disajikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan disajikan sebagai jangka pendek sesuai PSAK 1/IFRS 1.

"Pengukuran nilai wajar menggunakan level 1 sesuai PSAK 68/IFRS 13," tulis Perdana dalam keterbukaan informasi di BEI, Rabu 11 Mei 2022.

Menurut Bukalapak, setelah pengakuan awal, perseroan mengukur aset keuangan yang dapat diperdagangkan dan tercatat di bursa dengan nilai wajar melalui laba rugi (FVPL) perseroan sesuai dengan PSAK 71/ IFRS 9 paragraf 5.7.1. 

Kemudian, hanya terdapat periode lock-up pada investasi perseroan di Allo Bank. Akan tetapi, lanjutnya, keberadaan lock-up tidak mengubah penyajian laba yang belum terealisasi dalam laporan keuangan perseroan yang telah dilakukan sesuai dengan PSAK 71/ IFRS 9. 

“Perseroan tidak memiliki pengaruh signifikan atas investasi tersebut,” tegas Bukalapak. 

Sebagaimana diketahui, BUKA berhasil membalikkan kerugian pada pada kuartal I-2021 menjadi laba berkali lipat di periode ini. 

Investasi di Allo Bank

Mengutip laporan keuangan, laba periode berjalan BUKA terbang menjadi Rp14,54 triliun per kuartal I-2022. Padahal, di periode yang sama tahun lalu, e-commerce pertama yang melantai di bursa saham ini masih merugi Rp323,80 miliar.

Menelisik lebih lanjut, asal muasal ‘durian runtuh’ perseroan bersumber dari investasi di Allo Bank. Pada 18 Januari 2022, Bukalapak mengeksekusi penggalangan dana lewat skema rights issue Allo Bank sejumlah Rp1,19 triliun.

Total, Bukalapak menggenggam saham bank milik taipan Chairul Tanjung sebanyak 2.497.816.903 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham, yang mewakili 11,49% dari total saham di Allo Bank.

Berita Terkait