Bukalapak Bidik Rp21,9 Triliun Lewat IPO, Begini Kondisi Keuangan Perusahaan

09 Juli 2021 13:04 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Warga megakses logo Bukalapak melalui website di Jakarta, Kamis, 24 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk menggelar paparan publik secara virtual pada Jumat, 9 Juli 2021. Kegiatan ini dalam rangka rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) perusahaan.

Dalam agenda itu, President Director Bukalapak, Rachmat Kaimuddin memaparkan sejumlah rencana. Mulai dari perkembangan bisnis sekaligus kinerja keuangan perseroan dalam beberapa waktu belakang.

Pada akhir 2020, perusahaan berstatus unicorn ini berhasil mencatat nilai transaksi sebesar US$6 miliar. Nilai itu setara Rp85 triliun atau tiga kali lebih besar dibandingkan dengan 2018, sebesar Rp28 triliun.

“Bukalapak berhasil meningkatkan nilai transaksi sebesar tiga kali pada 2020 atau setara 3,3% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia,” ujarnya dalam paparan publik virtual, Jumat, 9 Juli 2021.

Sedangkan, pendapatan Bukalapak pada tahun lalu mencapai US$96 juta atau Rp1,35 triliun. Angka ini melonjak rata-rata 115% secara tahunan jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan perusahaan pada 2018, senilai Rp290 miliar.

Kendati begitu, perusahaan masih mencatatkan EBITDA minus Rp1,67 triliun pada akhir Desember tahun lalu. Namun, kerugian itu masih lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan nilai minus Rp2,69 triliun.

“Kami agak sedikit berbeda dengan perusahaan teknologi lainnya yang banyak membakar uang untuk mengejar pertumbuhan. Bukalapak ingin bertumbuh sekaligus memperbaiki profitabilitas kami,” tegas Rachmat.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Bukalapak memiliki lebih dari 100 juta register user dengan jumlah mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebanyak 13,5 juta orang, yang terdiri dari 6,5 juta pelapak daring dan 7 juta mitra Warung Bukalapak.

Dalam proses IPO, Bukalapak bakal menawarkan maksimum 25.765.504.851 lembar saham biasa. Penawaran itu setara dengan 25% saham baru. Saham itu akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham (ticker) BUKA.

Adapun harga pelaksanaan IPO berada pada kisaran harga Rp750 – Rp850 per lembar. Dengan begitu, Bukalapak berpotensi meraup dana sekitar Rp19,32 triliun sampai dengan Rp21,9 triliun melalui aksi korporasi tersebut.

Jadwal IPO Bukalapak

Masa Penawaran Awal: 9-19 Juli 2021

Registrasi Final OJK: 22 Juli 2021

Surat Efek OJK: 26 Juli 2021

Masa Penawaran Umum: 28-30 Juli 2021

Masa Penjatahan: 3 Agustus 2021

Tanggal Distribusi dan Pembayaran: 5 Agustus 2021

Tanggal Pengembalian Uang Pesanan: 5 Agustus 2021

Pencatatan Perdana di BEI: 6 Agustus 2021

Berita Terkait