BTN Optimistis Kinerja Terjaga Meski Ada PPKM Darurat

08 Juli 2021 08:07 WIB

Penulis: Sukirno

Suasana kantor pusat Menara BTN, Gajahmada, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) optimistis kinerja perseroan akan tetap terjaga di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Direktur Risk Management and Transformation Bank BTN Setiyo Wibowo mengatakan penyebaran varian delta COVID-19 memang menyebabkan adanya tekanan baru terhadap situasi ekonomi. Ia juga prihatin atas peningkatan kasus yang terjadi akibat varian baru tersebut.

Menghadapi situasi tersebut, Setiyo menjelaskan perseroan telah sejak awal memasang strategi untuk tetap fokus ke sektor perumahan dengan mengincar segmen mass affluent dan first home buyer untuk menekan lonjakan kredit bermasalah.

“Dan selama tiga bulan terakhir realisasi kredit baru sudah sangat positif dibandingkan dengan periode sebelum pandemi yakni pada kuartal I-2020. Sehingga kami optimistis mampu melalui pandemi dengan baik dengan terus mendukung sektor perumahan,” ujar Setiyo dilansir Antara, Rabu, 7 Juli 2021.

Selain itu, Setiyo mengatakan Bank BTN juga telah mengeksekusi berbagai strategi di masa pandemi di antaranya berkolaborasi dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk menghadirkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga rendah. Emiten bersandi saham BBTN itu juga aktif melakukan inovasi dalam proses bisnis.

“Saat ini kami memfokuskan semua proses bisnis bisa digital. Kami juga terus berinovasi untuk menciptakan ekosistem perumahan yang akan mengubah peta sektor perumahan,” kata Setiyo.

Dukungan dari pemerintah, lanjut Setiyo, juga menjadi bantalan kuat yang membantu Bank BTN dapat melalui gelombang pandemi tersebut. Bahkan, perseroan mencatatkan kinerja pertumbuhan positif di masa pandemi.

“Selama pandemi, kami juga dapat tumbuh dengan baik tentunya tidak lepas dari dukungan pemerintah seperti dana PEN atau Pemulihan Ekonomi Nasional, penjaminan untuk kontraktor dan developer, subsidi bunga, restrukturisasi, hingga tambahan kuota subsidi,” ujar Setiyo.

BTN kembali menaikkan laba bersih sebesar 36,75% year-on-year (yoy) menjadi Rp625 miliar pada kuartal I-2021 dari periode tahun sebelumnya Rp457 miliar. Perolehan laba bersih ditopang peningkatan pendapatan bunga yang tercatat naik 2,99% yoy menjadi Rp6,35 triliun.

Perolehan pendapatan bunga BBTN tersebut ditopang penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp261,34 triliun per kuartal I-2021. Penyaluran kredit dan pembiayaan tersebut tercatat naik 3,19% yoy dari Rp253,25 triliun per kuartal I-2020.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 33,01% yoy menjadi Rp294,91 triliun. Kenaikan DPK tersebut juga terpantau melaju di atas rata-rata penghimpunan DPK perbankan nasional yang melaju di level 11% yoy per Januari 2021.

Dengan seluruh capaian kinerja tersebut, Bank BTN mencatatkan lonjakan aset di level 21,92% yoy menjadi Rp375,73 triliun per kuartal I-2021. Laju peningkatan aset tersebut juga berada di atas rata-rata peningkatan aset nasional sebesar 7% yoy per Januari 2021. (SKO)

Berita Terkait