BSI Pimpin Pembiayaan Sindikasi Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Medco Power Rp750 Miliar

27 April 2022 15:25 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rizky C. Septania

Digitalisasi BSI (TrenAsia)

JAKARTA -PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi Mandated Lead Arranger, Facility Agent & Escrow Agent dalam pembiayaan proyek pengembangan pembangkit energi listrik terbarukan PT Medco Power Indonesia senilai Rp750 milyar. 

Pembiayaan ini merupakan komitmen Perseroan dalam mendukung percepatan proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan umat.

Direktur Wholesale Transaction Banking BSI Kusman Yandi mengatakan sindikasi ini merupakan bentuk nyata partisipasi BSI dalam membangun peradaban dan perekonomian bangsa melalui pengembangan proyek energi listrik terbarukan.

“Kepercayaan memimpin sindikasi pembiayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi BSI, karena dilakukan dengan sistem Syariah,” kata Kusman Yandi dalam website resmi dikutip Rabu, 27 April 2022.

Pada sindikasi ini, akad yang digunakan adalah Musyarakah yaitu akad dimana Bank akan menanamkan dana/modal atas suatu usaha dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah yang disepakati bersama.

Ditambahkan, pembiayaan ini juga merupakan upaya BSI dalam mendukung percepatan penyediaan energi khususnya dalam energi terbarukan (EBT) sesuai dengan arahan dan fokus pemerintah dalam mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. 

Pembiayaan sindikasi merupakan salah satu strategi BSI dalam meningkatkan pembiayaan wholesale. Hingga kuartal I-2022, BSI telah menyalurkan pembiayaan wholesale hingga Rp49 triliun. 

Pada semester I 2022, BSI akan fokus pada beberapa sektor industri seperti infrastruktur, energi, agribisnis dan telekomunikasi terutama proyek-proyek KPBU sebagai wujud dukungan kepada program pemerintah.

Peran BSI, kata Kusman, diharapkan dapat menjadi mitra strategi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan ekosistem halal dari semua lini bisnis, baik ritel maupun wholesale.

Berita Terkait