Brebes Dipilih untuk Program Mega Mangrove Center

February 20, 2021, 01:25 PM UTC

Penulis: Reky Arfal

Desa wisata bahari mangrove/maritim.go.id

BREBES – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi memilih Desa Wisata Bahari Mangrove, Brebes menjadi salah satu lokasi sasaran program Mega Mangrove Center serta Center of Excellence.

Tim Kemenko Marves dalam kesempatan tersebut melakukan kunjungan ke lokasi Desa Wisata (Dewi) Bahari Mangrove yang terletak di Pandansari, Kaliwlingi, Brebes, Jumat, 19 Februari 2021.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes, Mohammad Zuhdan Fanani membeberkan lokasi Dewi Bahari ini dulunya terjadi kerusakan yang cukup parah akibat abrasi.

“Sejak sekitar 1985 hingga 2005, terjadi kerusakan ekosistem yang sangat masif, termasuklah pembabatan mangrove,” ungkap Zuhdan.

Karena itu, dilakukan reboisasi dan perbaikan yang mulanya digagas secara mandiri dan swadaya oleh masyarakat. Upaya reboisasi ini telah dilakukan selama 10 tahun.

Zuhdan menerangkan keberadaan Desa Wisata Bahari Mangrove membawa dampak perekonomian bagi masyarakat sekitar dan menghasilkan kegiatan ekonomi sirkular.

“Dampak baiknya bisa dimanfaatkan untuk ekonomi, yaitu salah satunya pewarna batik dari buah, getah, serta kulit mangrove. Dan juga usaha pariwisata,” katanya.

Zuhdan juga menyebut potensi lain dari Desa Wisata Bahari, yaitu sebagai sarana edukasi dan bentuk perwujudan dari program Center of Excellence.

“Ini juga bisa menjadi tempat pembelajaran guna memahami apa itu mangrove, fungsinya, serta bagaimana mangrove bisa menyelamatkan manusia dari potensi bahaya,” terangnya.

Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Martani Huseini mengatakan gerakan sosial masyarakat Pandansari ini bisa bangkitkan pondasi ekonomi sirkular masyarakat. Di samping manfaat mangrove dalam mengurangi emisi nilai karbon.

“Mangrove Pandansari ini memiliki potensi pariwisata sangat besar yang dapat dijadikan sebagai ecotourism serta role model di Indonesia,” tutupnya.