BPS: Upah Buruh Meningkat, Indikasi Perbaikan Ekonomi

15 Maret 2021 21:03 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Ilustrasi perkebunan tembakau / Foto: Balittas.litbang.pertanian.go.id

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan upah buruh tani pada Februari 2021 sebesar Rp56.373 per hari. Angka ini meningkat 0,35% dibandingkan dengan Januari 2021 sebesar Rp56.176 per hari.

“Secara riil, upah buruh tani merangkak naik 0,18% dari Rp52.338 menjadi Rp52.430,” ujar Kepala BPS Suhariyanto, dalam paparan, Senin, 15 Maret 2021.

Suhariyanto mengatakan peningkatan upah buru tani ini menjadi indikasi adanya perbaikan ekonomi.

“Sehingga ketika upah riil kita terjaga, daya beli yang dimiliki oleh buruh tani masih bagus,” katanya.

Sebagai informasi, upah nominal buruh tani merupakan upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan. Sementara itu, upah buruh riil berfungsi menggambarkan daya beli dari pendapatan yang diterima buruh.

Nilai upah riil buruh tani didapat dari perbandingan upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga pedesaan.

Sementara itu, upah nominal buruh bangunan pada Februari 2021 ini naik tipis 0,05% dibandingkan Januari 2021, dari Rp90.907 menjadi Rp90.953 per hari.

Di sisi lain, upah riil buruh bangunan justru mengalami penurunan tipis 0,05%. Nilai upah riil buruh bangunan pada Januari berada di angka Rp85.793, lalu merosot menjadi Rp85.750 pada Februari 2021.

Upah buruh bangunan riil ini mengambarkan perbandingan upah nominal buruh bangunan  dengan indeks konsumsi rumah tangga perkotaan. Adanya penurunan upah riil ini dikatakan Suhariyanto dipicu oleh adanya inflasi di Februari 2021 ini.

“Terjadi inflasi pada Februari sebesar 0,10% maka secara riil upah buruh bangunan ini turun tipis sebesar 0,05%,” ujar Suhariyanto.

Berita Terkait