BPOM Belum Rilis Izin Uji Klinis, Vaksin Nusantara Buatan Terawan Ramai Didukung DPR dan Tokoh

15 April 2021 03:03 WIB

Penulis: Reky Arfal

Vaksin Covid-19 dimeja petugas nakes saat pemberian vaksinasi tahap II untuk tenaga pendidik, guru, dan dosen di SMA Negeri 70 Jakarta, Rabu, 24 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Sejumlah anggota DPR ramai-ramai mendatangi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto untuk mendapat vaksin nusantara hari ini, Rabu 14 April 2021.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang belum memberikan ‘restu’ untuk vaksin dendritik besutan Terawan Agus Putranto ikut merespons.

“Tidak ada izin uji klinis fase II yang dikeluarkan oleh BPOM untuk vaksin Nusantara,” tegas juru bicara vaksinasi COVID-19 Lucia Rizka Andalusia, Rabu, 14 April 2021.

BPOM melakukan itu dengan sejumlah alasan, di antaranya karena tidak memenuhi good clinical practice dan good manufacturing practice ihwal produksi vaksin.

Kepala BPOM Penny K Lukito turut membantah tudingan bahwa pihaknya menghalang-halangi riset vaksin Nusantara.

Vaksin besutan Terawan tersebut, tetap boleh dilanjutkan dengan catatan ada perbaikan.

“Silakan. Kami tidak akan menghentikan, silakan diperbaiki,” katanya.

Komnas Penilai Khusus Vaksin COVID-19 Anwar Santoso juga memberi catatan soal proses pengembangan vaksin nusantara yang tidak sejak awal dilakukan di Indonesia.

Anwar menyebut antigen yang digunakan dalam vaksin ini berasal dari Amerika Serikat.

“Antigennya (vaksin Nusantara) tidak berasal dari virus Indonesia, tapi didapatkan dari Amerika yang kita tidak tahu persis bagaimana sequence genomic-nya, strain apa virus selanjutnya yang didapatkan dari Amerika,” sebutnya.

Sejumlah tokoh juga turut mendatangi RSPAD untuk menjalani proses pengambilan darah, salah satu tahap dalam pengembangan vaksin nusantara. Termasuk di antaranya mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo.

“Saya ini lahir di sini, makan di sini, minum di sini, diberi ilmu di sini, dan dididik sebagai seorang prajurit di Bumi Pertiwi. Kemudian ada hasil karya putra Indonesia yang terbaik, kemudian uji klinis, kenapa tidak saya? Apapun saya lakukan untuk bangsa dan negara ini,” ungkap Gatot. (SKO)

Berita Terkait