Borong Rp1,36 Triliun Saham IPO Bukalapak, Pemerintah Singapura Punya Porsi BUKA 11 Persen

10 Agustus 2021 08:19 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk Rachmat Kaimuddin saat e-commerce unicorn Bukalapak resmi IPO di pasar modal / Dok. Bukalapak (Bukalapak)

JAKARTA – Pemerintah Singapura telah melakukan pembelian sebanyak 1.600.797.400 lembar saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada masa penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan harga Rp850 per lembar. Nilai transaksi itu setara dengan Rp1,36 triliun.

Dengan catatan tersebut, pemerintah Singapura resmi mengempit 11% saham emiten unicorn e-commerce tersebut pasca-IPO. Pemerintah Singapura diwakili oleh GIC Pte. Ltd dan Archipelago Investment Pte. Ltd. sebagai pemegang saham BUKA.

“Transaksi dilakukan pada tanggal 5 Agustus 2021. GIC dan Archipelago memegang saham untuk kepentingan Pemerintah Singapuradan Otoritas Keuangan Singapura yang merupakan pemilik manfaat dari saham,” seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa, 10 Agustus 2021.

Rinciannya, sebanyak 1.355.112.200 lembar saham yang mewakili 1,32% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan dalam rekening GIC, The Northern Trust Company S/A Government of Singapore akan mewakili pemerintah Singapura. 

Kemudian, sekitar 9.736.593.677 saham yang mewakili 9,45% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan dalam rekening The Northern Trust Company S/A Archipelago Investment Pte. Ltd juga akan mewakili pemerintah Singapura.

Lalu, sisanya sejumlah 245.685.200 lembar saham yang mewakili 0,24% dari modal disetor dan ditempatkan Bukalapak dalam rekening GIC Private Limited S/A MAS, akan mewakili Otoritas Keuangan Singapura.

Dalam prospektus ringkasnya beberapa waktu lalu, Bukalapak mengumumkan daftar nama pemegang saham perseroan. Nama Archipelago tercatat memiliki 12,6% saham BUKA sebelum IPO. Sedangkan, kepemilikan sahamnya diperkirakan akan terdilusi menjadi 9,45% setelah penawaran umum.

Berita Terkait