BNPB Luncurkan Gerakan 'Mobil Masker' untuk Warga Jakarta

12 Agustus 2021 16:45 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Laila Ramdhini

Petugas Polantas bersama Dinas Perhubungan (Dishub) melaksanakan pengawasan dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jalan Raya Bogor perbatasan Depok-Jakarta, Jumat (10/4/2020). Petugas memberhentikan kendaraan untuk mengimbau kewajiban memakai masker dan aturan penumpang dalam satu kendaraan. Polisi pun mengingatkan warga jika tidak ada keperluan penting atau mendesak agar kembali ke rumah. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 meluncurkan gerakan "Mobil Masker" dalam upaya meningkatkan disiplin masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan, khususnya memakai masker.

"Dengan membaca bacaan basmalah, saya lepas mobil rombongan masker BNPB," ujar Kepala BNPB Ganip Warsito ketika meluncurkan gerakan Mobil Masker di Gedung IS Plaza Pramuka, Jakarta Timur, Kamis, 12 Agustus 2021.

Dia mengatakan, untuk masyarakat khususnya golongan ekonomi lemah, memakai masker memiliki implikasi kewajiban untuk membeli masker yang mungkin menjadi hal yang memberatkan.

Untuk itu, BNPB menginisiasi membagikan masker pertama-tama kepada warga DKI Jakarta melalui gerakan "Mobil Masker".

Sebanyak 20 armada Mobil Masker BNPB dan kurang lebih 60 anggota relawan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta turun ke sejumlah lokasi yang telah ditentukan untuk membagikan masker.

Titik-titik strategis yang disasar dalam geraka ini adalah pasar, tempat ibadah, jalan umum, pedagang kaki lima, terminal, stasiun dan lain-lain, yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

"Untuk gelar pertama, kegiatan ini akan dilakukan di wilayah Ibu Kota Jakarta selama tiga hari mulai 12-16 Agustus 2021," katanya.

Ganip berharap gerakan ini meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih patuh dan disiplin protokol kesehatan guna menekan penyebaran virus COVID-19.

"Selanjutnya kegiatan ini akan diteruskan di provinsi-provinsi lain di Indonesia," ungkapnya.*

Berita Terkait