BNI Terbitkan Empat Seri Sertifikat Deposito Senilai Rp1,39 Triliun

May 14, 2020, 02:57 PM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Bank BNI / bni.co.id

JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia Tbk. menerbitkan sertifikat deposito alias Negotiable Certificates of Deposits (NCD) dalam mata uang rupiah senilai Rp1,39 triliun.

Sekretaris perusahaan Meilina mengungkapkan, penerbitan NCD tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perseroan. “Dana hasil penerbitan setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya, akan digunakan untuk ekspansi kredit dalam rangka pengembangan bisnis,” ujarnya dalam siaran tertulis, Rabu, 14 Mei 2020.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), NCD yang diterbitkan oleh emiten bersandi BBNI tersebut terbagi menjadi empat seri dengan total nilai, periode jatuh tempo, dan tingkat diskonto final yang berbeda-beda.

Pertama, Seri A memiliki total nilai penerbitan Rp400 miliar dengan jangka waktu 3 bulan dan jatuh tempo pada 10 Agustus 2020. Sementara untuk tingkat diskonto final, bunga yang didapat dalam seri ini sebesar 5,40% per tahun. Harga pembelian seri ini 98,6% dari nominal NCD.

Kedua, total nilai penerbitan Seri B sebesar Rp580 miliar dengan 6 bulan jangka waktu jatuh tempo pada tanggal 9 November 2020, dan tingkat diskonto final sebesal 5,6% per tahun. Untuk harga pembelian seri ini ditetapkan 97,2% dari nominal NCD.

Adapun Seri C memiliki total nilai penerbitan sebesar Rp50 miliar dengan periode jatuh tempo selama 9 bulan pada tanggal 8 Februari 2021. Dengan tingkat diskonto final sebesar 5,70% per tahun, harga pembelian yang ditetapkan untuk seri ini sebesar 95,8% dari nominal NCD.

Terakhir, Seri D dengan total nilai Rp360 miliar memiliki jangka waktu jatuh tempo paling lama, yakni 12 bulan pada 7 Mei tahun depan. Tingkat diskonto final seri ini sebesar 5,8% per tahun dengan harga pembelian 94,5% dari nominal NCD.

Empat perseroan yang bertindak sebagai joint arrangers, meliputi PT BNI Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT BCA Sekuritas.

Pada perdagangan Kamis, 14 Mei 2020, saham BBNI turun 2,42% sebesar 90 poin ke level Rp3.630 per lembar. Kapitalisasi pasar saham BBNI mencapai Rp 69.373 triliun dengan imbal hasil negatif 54,66% dalam setahun terakhir.