BlockBali Summit 2020 Segera Hadir, Bahas Peluang dan Tantangan Decetralize Finance

November 27, 2020, 11:30 PM UTC

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Ilustrasi Mata Uang Kripto / Pixabay.com

JAKARTA – Proyek berbasis blockchain kini mulai marak di Asia Tenggara, tak terkecuali di Indonesia. Mata uang digital ini diproyeksikan dapat meraih keuntungan.

Untuk meningkatkan pemahaman seputar pemanfaatannya, konferensi blockchain di Asia, BlockBali Summit, kembali diadakan. Event BlockBali Summit yang akan digelar pada tanggal 1 Desember 2020 diinisiasi oleh Blackarrow Conferences bekerja sama dengan crypto exchanges Indodax, Novum Alpha, Cryptohero, dan SuperCryptoNews.

Tahun ini, BlockBali Summit mengambil decentralize finance (DeFi) sebagai tema utama. DeFi memang sudah menjadi pembicaraan hangat bukan hanya di antara para pelaku industri blockchain, tapi juga pelaku industri keuangan pada umumnya.

CEO Indodax Oscar Darmawan mengungkapkan skema DeFi merupakan pemindahan komponen lend, borrow, dan lain-lain. Lalu, mendesentralisasikan komponen tersebut dengan menghilangkan perantara dan menggantikannya dengan dua komponen utama, yakni smart contract dan token.

Ia juga menilai bahwa DeFi akan menjadi sistem keuangan masa depan yang lebih efisien dan bisa digunakan oleh siapa saja.

“DeFi adalah eksplorasi konsep project blockchain terbaru yang merambah industri keuangan dan saya percaya kedepannya akan melengkapi sistem keuangan yang ada sekarang dan membuat proses finansial lebih efisien dan transparan,” kata Oscar, Jumat 27 November 2020.

Menurutnya, kawasan Asia merupakan pasar potensial bagi pengembangan DeFi. Sebab, Asia mempunyai jumlah penduduk yang besar dan khususnya Asia tenggara memiliki banyak kepulauan yang membuat mahalnya jangkauan infrastruktur ke semua daerah secara merata.

“Ini adalah alasan kenapa industri keuangan terus membutuhkan inovasi untuk membuat prosesnya lebih efisien dan saya percaya blockchain bisa membantu inovasi ini,” tegasnya.

Mengenal DeFi

DeFi juga punya beberapa istilah lainnya, di antaranya ‘Finance 3.0’, ‘open finance’, atau ‘affordable finance’. DeFi bisa dimaknai sebagai sistem finansial yang dikembangkan atau berjalan di atas sistem jaringan blockchain yang terdesentralisasi.

Di sini, DeFi mencoba memindahkan berbagai layanan finansial tradisional seperti peminjaman, trade, saving, transfer, asuransi, remitansi, dan sebagainya untuk dijalankan di atas sistem jaringan blockchain yang terdesentralisasi sebagai salah satu solusi distributed ledger technology (DLT).

Sederhananya, DeFi adalah sistem finansial terbuka tanpa perantara, yang selama ini sukses digunakan dalam transaksi crypto asset.

Dengan DeFi, crypto asset dapat ditransaksikan, dipindah-tangankan, diperdagangkan, atau dipakai untuk aktivitas finansial lainnya dengan efisien, aman, dan ringkas. (SKO)

Berita Terkait